Tren Kecantikan Tengkorak Tinggi di China: Risiko Suntik dan Implan

Lifestyle14 Views

GueBerita.com – Sebuah tren kecantikan baru yang dikenal sebagai high skull kini tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya, khususnya di China. Tren ini diklaim dapat menciptakan proporsi wajah yang dinilai lebih ideal oleh sebagian masyarakat.

Konsep high skull sendiri mengacu pada bentuk kepala di mana bagian atas tengkorak tampak lebih tinggi dan memanjang apabila dibandingkan dengan proporsi wajah bagian bawah. Bentuk kepala seperti ini dipercaya mampu memberikan ilusi wajah yang terlihat lebih kecil dan lembut.

Menurut laporan dari media Oddity Central, bentuk kepala yang dianggap proporsional ini selaras dengan standar kecantikan modern yang sedang populer saat ini. Hal ini mendorong banyak orang untuk mencoba berbagai cara demi mencapai penampilan yang diinginkan.

Awalnya, upaya untuk menciptakan ilusi bentuk kepala yang lebih tinggi ini dilakukan melalui metode yang relatif sederhana. Beberapa orang mencoba teknik penataan rambut yang cermat, serta penggunaan produk kecantikan tertentu yang dapat memberikan volume pada bagian atas kepala.

Industri kecantikan di China pun dengan cepat merespons tren ini dengan menghadirkan berbagai produk pendukung. Produk-produk tersebut meliputi jepit rambut yang didesain khusus untuk menambah volume, hairspray yang kuat untuk menahan tatanan rambut, hingga model rambut tertentu yang dirancang untuk menonjolkan bagian puncak kepala.

Namun, seiring berjalannya waktu, tren high skull ini menunjukkan perkembangan yang semakin ekstrem. Sebagian individu mulai beralih ke prosedur kecantikan yang bersifat invasif demi mendapatkan bentuk kepala yang benar-benar sesuai dengan standar high skull.

Salah satu prosedur yang kini ramai diperbincangkan dan banyak dilakukan adalah penyuntikan hyaluronic acid atau asam hialuronat. Suntikan ini dilakukan di area bawah kulit kepala, tepatnya di bagian yang diinginkan untuk ditinggikan.

Tidak hanya metode suntik pengisi (filler), beberapa klinik kecantikan juga dilaporkan menawarkan pilihan lain yang lebih permanen. Prosedur tersebut meliputi pemasangan implan plastik khusus pada tengkorak, hingga prosedur yang lebih kompleks seperti cranial augmentation atau pembentukan ulang tengkorak.

Dalam prosedur cranial augmentation, para dokter bedah akan membuat sebuah sayatan pada kulit kepala pasien. Sayatan ini biasanya memiliki panjang antara 3 hingga 6 sentimeter. Setelah sayatan dibuat, material tertentu akan dimasukkan di bawah jaringan kulit untuk membentuk dan meninggikan bagian puncak kepala sesuai keinginan.

Perkembangan teknologi medis modern juga memungkinkan penggunaan implan yang terbuat dari bahan PEEK. Bahan ini memiliki keunggulan karena dapat dicetak menggunakan teknologi 3D, sehingga menghasilkan implan yang presisi dan pas dengan struktur tengkorak unik dari setiap pasien.

Baca juga: Lonjakan Produksi Pabrik AS Terbesar dalam 14 Bulan, Didorong Otomotif dan AI

Salah satu prosedur yang paling banyak menuai sorotan dan kekhawatiran adalah penggunaan semen tulang atau bone cement yang dikenal sebagai PMMA (polymethyl methacrylate). Bahan ini sebenarnya umum digunakan dalam operasi ortopedi, namun penggunaannya dalam prosedur kecantikan untuk membentuk tengkorak menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanannya.