Studi: Makanan Sehat Tingkatkan Hormon Bahagia, Makanan Olahan Picu Stres

Lifestyle10 Views

GueBerita.com – Kesehatan mental ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi pikiran, tetapi juga oleh apa yang kita santap sehari-hari. Sebuah penelitian terbaru dalam bidang Nutritional Psychiatry mengungkap adanya hubungan biologis yang kuat antara sistem pencernaan dan otak, yang dikenal sebagai gut-brain axis.

Fenomena ini menjelaskan mengapa saluran pencernaan sering dijuluki sebagai “otak kedua” manusia. Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa sekitar 95% serotonin, sebuah zat kimia yang vital dalam mengatur suasana hati, kualitas tidur, dan nafsu makan, diproduksi di saluran pencernaan, bukan di otak.

Produksi hormon kebahagiaan ini sangat bergantung pada kesehatan mikrobioma usus. Mikrobioma usus merupakan kumpulan triliunan bakteri yang menghuni perut kita. Apabila bakteri baik dapat berkembang biak dengan sehat, maka regulasi emosi seseorang cenderung menjadi lebih stabil.

Pola makan memainkan peran krusial dalam menentukan kualitas mikrobioma usus. Mengonsumsi makanan utuh seperti sayuran, buah-buahan, dan makanan fermentasi sangat dianjurkan karena mendukung pertumbuhan bakteri baik.

Sebaliknya, gaya hidup yang tinggi gula dan sering mengonsumsi makanan olahan dapat memicu peradangan kronis di usus. Peradangan ini berisiko mengganggu komunikasi harmonis antara usus dan otak, yang pada akhirnya dapat memicu stres dan meningkatkan risiko gangguan kecemasan.

Temuan ini diperkuat oleh sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of Annals of General Psychiatry dengan judul: “The gut-brain axis: dietary, therapeutic and therapeutic measures.”

Baca juga: Pekerja Indonesia Cari Penghasilan Tambahan Karena Gaji Tak Cukup

Laporan tersebut menegaskan kembali pentingnya menjaga kesehatan mental secara holistik. Hal ini mencakup keseimbangan psikologis yang dikombinasikan dengan perbaikan pola makan sehari-hari. (*)