Kenapa Pria Merasa Mau Meninggoy Saat Flu? Ini Penjelasan Ilmiah Terkait Hormon Testosteron – Pernahkah anda memperhatikan fenomena di mana seorang pria yang biasanya kuat dan tangguh tiba-tiba tampak sangat tidak berdaya saat terserang demam atau flu ringan? Di media sosial, sering kali muncul candaan mengenai bagaimana kaum Adam merasa seolah “mau meninggal” meskipun suhu tubuhnya hanya naik sedikit.
Fenomena unik yang mengundang beragam reaksi ini secara global dikenal dengan istilah “Man Flu,” meskipun sering dianggap sebagai bentuk hiperbola atau sekadar perilaku manja, penelitian medis menunjukkan bahwa ada dasar biologis yang nyata di balik keluhan tersebut.
Dr. Tubagus Siswadi W, seorang praktisi kesehatan, memberikan penjelasan mendalam melalui platform edukasi digitalnya mengenai keterkaitan antara hormon pria dan sistem kekebalan tubuh yang selama ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat luas.
Inti dari perbedaan respon tubuh ini terletak pada hormon dominan yang dimiliki oleh laki-laki, yaitu testosteron, berbeda dengan estrogen pada wanita yang cenderung memperkuat sistem imun, testosteron justru memiliki sifat imunosupresif.
Dalam penjelasannya, Tubagus Siswadi W menyatakan: “KENAPA BANYAK COWOK KALAU DEMAM rasanya kayak mau meninggoy? Fenomena ini sering disebut ‘man flu’. Dan ternyata… ada penjelasan medisnya. Di tubuh laki-laki, hormon yang dominan adalah testosteron. Nah, hormon ini punya efek imunosupresif, alias bisa menekan respon sistem imun”.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa pria secara alami mungkin memiliki pertahanan tubuh yang lebih rendah terhadap virus pernapasan tertentu dibandingkan wanita.
Baca juga: Bahaya Parasetamol pada Kucing: Kasus Wajah Bengkak di Thailand dan Peringatan Ahli
Hormon testosteron dapat menghambat respons sel-sel imun dalam melawan infeksi, sehingga gejala yang dirasakan oleh pria bisa menjadi lebih intens dan durasi pemulihannya menjadi lebih lama.
Akibatnya, rasa sakit yang dikeluhkan pria bukanlah sebuah kebohongan, melainkan reaksi biologis tubuh yang sedang berjuang keras. Beberapa studi internasional pun mendukung gagasan bahwa pria memiliki sistem imun yang lebih lemah terhadap virus influenza.
Selain faktor hormonal, perbedaan struktural dalam sistem imun juga berperan penting. Wanita memiliki tingkat sel darah putih tertentu yang lebih aktif, yang membantu mereka mendeteksi dan menghancurkan patogen dengan lebih cepat.
Sementara pada pria, karena pengaruh testosteron, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memberikan sinyal pertahanan, yang mengakibatkan virus sempat berkembang biak lebih banyak di dalam tubuh.
Oleh karena itu, sangat penting bagi lingkungan sosial untuk mulai memahami kondisi ini dan mengurangi stigma negatif terhadap pria yang sedang sakit. Rasa lemas dan pusing yang dialami memang terasa lebih berat secara fisik karena tubuh pria harus bekerja ekstra keras untuk melawan infeksi yang ditekan oleh hormon mereka sendiri.






