Pemerintah Rio de Janeiro Mendukung Pemasangan Menara BTS di Pantai Copacabana

GueBerita.com – Pemerintah Kota Rio de Janeiro, Brasil, menunjukkan minat kuat untuk mengundang grup musik K-Pop ternama asal Korea Selatan, BTS, sebagai bagian dari seri acara musik internasional bertajuk “Todo Mundo no Rio”.

Sinyal dukungan ini disampaikan secara langsung oleh Sekretaris Kebudayaan Rio de Janeiro, Lucas Padilha, dalam sebuah wawancara video yang dirilis oleh Genius Lab pada tanggal 9 Juni 2026.

Dalam pernyataannya, Padilha menekankan pentingnya mendatangkan beragam artis internasional, tidak hanya terbatas pada musisi Barat.

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kesuksesan besar konser-konser gratis berskala masif yang sebelumnya telah sukses digelar di Pantai Copacabana, menampilkan ikon-ikon musik dunia seperti Madonna, Lady Gaga, dan Shakira.

“Jika bukan diva pop, maka harus BTS. Saya sangat mendukung kampanye untuk membawa diva pop dan BTS hingga tahun 2028,” tegas Padilha dalam wawancara tersebut.

Ia menambahkan keyakinannya bahwa penampilan BTS di Rio de Janeiro akan mampu menarik perhatian internasional dan melampaui dampak domestik di Brasil.

Dukungan dari pejabat kebudayaan ini selaras dengan inisiatif “Proyek Brasil Roxo” (Project Purple Brazil), sebuah gerakan kolektif berskala nasional yang diinisiasi oleh komunitas penggemar BTS di Brasil, yang dikenal sebagai ARMY.

Gerakan yang digagas oleh para penggemar ini berupaya keras untuk mendorong manajemen artis dan promotor musik agar mempertimbangkan Brasil sebagai destinasi tur mereka.

Melalui proyek ini, para penggemar merencanakan berbagai kegiatan publik, termasuk menerangi monumen-monumen bersejarah di Brasil dengan warna ungu, yang merupakan identitas visual khas BTS.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai jadwal penampilan BTS di Rio de Janeiro dari pihak manajemen grup, dukungan terbuka dari pemerintah kota ini menjadi angin segar bagi upaya diplomasi budaya dan potensi pemanfaatan ruang publik untuk penyelenggaraan konser musik gratis berskala besar di masa depan. (*)