GueBerita.com – Seorang guru di pedalaman Papua membagikan momen penuh kehangatan saat pembagian rapor siswa, di mana orang tua murid membawa bekal dari rumah untuk dinikmati bersama.
Dalam unggahan di akun Instagram @abdi_bewok pada 16 Juni, terlihat tradisi unik para orang tua murid yang membawa makanan dan minuman dari rumah untuk disantap bersama setelah menerima rapor anak-anak mereka.
Sejak pagi hari, para orang tua mulai berdatangan ke sekolah dengan membawa beragam hidangan sederhana. Nasi bungkus, pisang, aneka kue tradisional, hingga minuman seperti air kelapa dan teh manis terlihat dibawa oleh mereka.
Kehadiran berbagai makanan tersebut mengubah lingkungan sekolah menjadi tempat berkumpul yang hangat. Para orang tua duduk bersama, berbincang, dan menikmati sajian yang mereka bawa.
Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, tradisi berbagi makanan ini bukanlah program yang dibuat oleh pihak sekolah.
Kebiasaan ini muncul secara spontan dari para orang tua. Mereka memanfaatkan momen pengambilan rapor sebagai kesempatan untuk berkumpul, mempererat hubungan, dan saling memberi dukungan dalam mendampingi pendidikan anak-anak mereka di tengah berbagai keterbatasan.
Guru yang mengabadikan momen ini menilai suasana kekeluargaan seperti ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam kehidupan sekolah di daerah terpencil.
Kebersamaan yang terjalin antara orang tua, siswa, dan tenaga pendidik memperkuat semangat gotong royong. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga seluruh komunitas.
Selain menciptakan suasana akrab, kebiasaan membawa makanan dari rumah juga memiliki manfaat praktis.
Setelah menunggu giliran mengambil rapor dan berdiskusi dengan guru, para orang tua dapat langsung beristirahat sambil makan bersama tanpa perlu mencari tempat makan lain.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk membicarakan perkembangan anak, saling memberi motivasi, serta bertukar informasi mengenai kebutuhan pendidikan di sekolah.






