Operasi Udara TNI Buru OPM, Panglima Kogabwilhan III Pimpin Langsung
GueBerita.com – Upaya intensif untuk menekan pergerakan kelompok bersenjata TPNPB-OPM di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, terus dilakukan oleh TNI. Langkah strategis ini ditandai dengan pengerahan helikopter milik TNI Angkatan Udara untuk melakukan pemantauan intensif dari udara guna menyisir titik-titik persembunyian kelompok tersebut di kawasan lembah dan hutan.
Operasi pengawasan udara ini dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto. Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi oleh Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, untuk memastikan kondisi keamanan wilayah terpantau secara akurat.
Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa pengejaran terhadap sisa-sisa anggota kelompok bersenjata merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di tanah Papua. Langkah ini bertujuan agar masyarakat setempat dapat menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari tanpa adanya intimidasi atau ancaman gangguan keamanan.
“Ini juga merupakan upaya kami menciptakan daerah-daerah aman di wilayah Papua,” ujar Lucky dalam keterangannya yang dirilis pada Sabtu (7/11/26).
Selain melakukan patroli udara, pimpinan Kogabwilhan III tersebut juga menyambangi sejumlah pos keamanan Satgas TNI Koops Habema yang tersebar di titik strategis Intan Jaya. Kunjungan ini memiliki dua agenda utama, yakni melakukan pengecekan kesiapan prajurit di lapangan serta memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan bagi personel yang dinilai berprestasi dalam menjalankan tugas.
Di samping aspek pengamanan, Kogabwilhan III juga mengedepankan pendekatan sosial kemasyarakatan dalam operasi kali ini. Beberapa program yang telah dijalankan meliputi:
Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu merangkul anggota kelompok bersenjata maupun simpatisannya untuk meninggalkan segala bentuk kekerasan dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TNI berharap kolaborasi antara aparat dan masyarakat dapat mempercepat pembangunan di wilayah Papua.
Meski mengedepankan jalur persuasif, Letjen TNI Lucky Avianto tetap memberikan instruksi tegas terkait kesiapsiagaan prajurit. Ia menegaskan bahwa TNI akan mengambil tindakan tegas dan terukur apabila menghadapi ancaman bersenjata yang membahayakan. Segala tindakan di lapangan dipastikan harus berlandaskan pada hukum, peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta mematuhi Rules of Engagement (ROE).
Dalam setiap operasi, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pasukan TNI diinstruksikan untuk selalu berpegang teguh pada prinsip salus populi suprema lex esto, yang mengandung makna bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi yang harus dijunjung tinggi.









