Mengapa Kita Mudah Akrab dengan Orang yang Punya Kebencian Sama: Penjelasan Ilmiahnya

Lifestyle6 Views

GueBerita.com – Pernahkah Anda merasakan kedekatan instan dengan seseorang hanya karena Anda berdua sama-sama tidak menyukai suatu hal? Fenomena ini ternyata lebih dari sekadar kebetulan; ini adalah fakta psikologis yang menarik.

Sebuah studi psikologi yang dilansir dari laman info_kesehatan.id mengungkapkan bahwa berbagi ketidaksukaan terhadap sesuatu memiliki kekuatan yang lebih besar untuk menyatukan dua orang dibandingkan dengan berbagi hobi atau minat yang sama. Namun, mengapa hal ini bisa terjadi?

Baca juga: Filosofi Pengaruh Suasana Hati terhadap Keputusan Manusia Tuai Banyak Interaksi di Media Sosial

Secara psikologis, menemukan seseorang yang memiliki “musuh” atau ketidaksukaan yang sama dapat menciptakan rasa kepercayaan secara instan. Ini membuat seseorang merasa tervalidasi karena merasa telah menemukan individu dengan standar nilai yang serupa dan berada dalam satu frekuensi yang sama.

Menariknya, percakapan mengenai hal-hal yang tidak disukai cenderung terasa lebih jujur dan terbuka. Hal inilah yang menyebabkan hubungan pertemanan bisa menjadi sangat solid dalam waktu yang relatif singkat.

Namun, perlu diingat bahwa rasa tidak suka ini hanyalah berfungsi sebagai “lem” di awal hubungan. Peneliti menekankan bahwa agar persahabatan bertahan lama, fondasi positif tetap diperlukan untuk jangka panjang.

Fenomena ini didukung oleh penelitian dari Bosson, JK, dkk. (2006) yang diterbitkan dalam Personality and Social Psychology Bulletin. Jangan heran jika sahabat terbaik Anda saat ini berawal dari teman yang sering diajak mengeluh bersama; kekuatan dari “kebencian bersama” terbukti nyata dalam mempererat hubungan antarmanusia.