GueBerita.com – Kemacetan panjang masih menjadi tantangan serius bagi para pengendara, terutama ketika momen libur panjang tiba dan volume kendaraan di jalan meningkat drastis.
Kondisi kendaraan yang terus menyala dalam jangka waktu lama tanpa pergerakan yang berarti berpotensi besar untuk meningkatkan suhu mesin secara signifikan.
Situasi ini sangat mungkin memicu terjadinya overheat atau panas berlebih pada mesin, terutama jika sistem pendingin kendaraan tidak mampu bekerja secara optimal untuk menanganinya. Hal ini diungkapkan oleh Fendy, Direktur PT Autokooling Jaya Nusantara, pada Sabtu (4/4).
Fendy menjelaskan lebih lanjut bahwa kondisi kemacetan membuat seluruh sistem pendingin pada kendaraan harus bekerja jauh lebih keras dibandingkan saat kendaraan beroperasi dalam kondisi normal dan bergerak lancar.
Ia merinci bahwa minimnya aliran udara yang terjadi saat kendaraan terhenti dalam waktu lama menyebabkan radiator tidak dapat menerima proses pendinginan alami dari angin yang berhembus.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, satu-satunya mekanisme pendinginan yang tersisa dan diandalkan adalah kerja dari kipas radiator itu sendiri.
Baca juga: Red Bull Berhasil Ganti Ban Mobil F1 Saat Melayang
Fendy menegaskan bahwa apabila kipas radiator tidak mampu bekerja dengan performa yang optimal, maka suhu mesin dapat meningkat dengan sangat cepat dan mencapai titik kritis.
Penting untuk diingat bahwa radiator memegang peranan paling krusial dalam menjaga suhu kerja ideal mesin kendaraan melalui proses sirkulasi cairan pendingin yang dikenal sebagai coolant.
Cairan coolant ini bertugas untuk menyerap panas yang dihasilkan oleh mesin, kemudian mengalirkannya menuju radiator untuk proses pendinginan. Setelah dingin, cairan tersebut siap untuk bersirkulasi kembali ke mesin.
Oleh karena itu, kinerja optimal dari seluruh sistem pendingin dapat dengan mudah terganggu apabila terdapat satu saja komponen di dalamnya yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi kinerja sistem pendingin secara keseluruhan antara lain adalah kondisi kipas radiator yang mulai melemah performanya, adanya masalah pada komponen thermostat, serta kualitas coolant yang sudah tidak lagi layak pakai atau sudah menurun efektivitasnya.






