GueBerita.com – Kebutuhan protein harian seringkali menjadi sorotan, memunculkan berbagai alternatif sumber pangan. Salah satu yang belakangan menarik perhatian adalah perbandingan nilai gizi antara kerupuk kulit sapi (rambak) dengan daging sapi segar.
Menurut data nutrisi yang dibagikan akun edukasi kesehatan @adabtiv di Instagram, kerupuk kulit sapi secara kasar menunjukkan kandungan protein per 100 gram yang jauh lebih tinggi dibandingkan daging sapi.
Data dari platform FatSecret mencatat bahwa 100 gram kerupuk kulit sapi mengandung protein sebesar 80,12 gram. Total energinya adalah 350 kalori, dengan lemak 4,19 gram dan karbohidrat sangat minim, hanya 0,02 gram.
Perbandingan ini terlihat kontras dengan 100 gram daging sapi mentah yang rata-rata mengandung protein sekitar 26,33 gram. Daging sapi memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi, yaitu 19,54 gram, dengan total energi 288 kalori.
Namun, tingginya angka protein pada kerupuk kulit sapi tidak otomatis menjadikannya sumber protein utama yang ideal untuk pembentukan otot atau pemenuhan gizi harian yang efektif.
Hal ini berkaitan dengan konsep dalam ilmu gizi mengenai perbedaan antara kuantitas kasar suatu zat makanan dan tingkat pemanfaatannya oleh metabolisme tubuh.
Faktor penentu utamanya terletak pada jenis protein penyusunnya. Sebagian besar protein dalam kulit sapi adalah kolagen.
Secara biokimia, kolagen adalah protein struktural dengan susunan asam amino yang tidak lengkap. Protein ini juga memiliki karakteristik mekanis yang membuatnya sulit dipecah dan diserap secara optimal oleh sistem pencernaan manusia, berbeda dengan protein dari jaringan otot (daging).
Akun edukasi tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak hanya terpaku pada angka label gizi secara mentah.
Ilmu gizi modern menekankan bahwa bahan pangan dengan kandungan zat serupa dapat memberikan dampak biologis dan efisiensi metabolisme yang berbeda pada tubuh.
Hal ini sangat bergantung pada struktur molekul asli bahan, metode pengolahan termal, serta mekanisme penyerapan nutrisi oleh tubuh.






