GueBerita.com – Pagi hari di Kantor Urusan Agama (KUA) Semarang Selatan terasa berbeda pada hari akad nikah pasangan Brian dan Ajeng. Suasana yang seharusnya sakral dan khidmat berubah menjadi hangat dan penuh antusiasme.
Warga, keluarga kedua mempelai, serta jajaran Kementerian Agama turut berkumpul untuk menyaksikan prosesi pernikahan yang tak biasa ini. Kehadiran seorang pejabat negara membuat momen tersebut semakin istimewa dan menarik perhatian.
Brian dan Ajeng, pasangan yang memilih KUA Semarang Selatan sebagai lokasi akad nikah, tidak hanya didampingi oleh keluarga dan pejabat Kementerian Agama, tetapi juga oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Kehadiran Menteri Agama menjadi kejutan tersendiri bagi kedua mempelai.
Prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat semakin terasa bermakna dengan kehadiran orang nomor satu di Kementerian Agama. Acara ini merupakan bagian dari program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang bertajuk “Bimas Islam Mantu”.
Selain itu, acara ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Jumat Aman, Sehat, Resik, Indah, dan Asri (Gemah KUA). Program Gemah KUA ini diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap KUA.
Kabar mengenai kehadiran Menteri Agama baru diterima oleh pihak keluarga beberapa hari sebelum acara pernikahan. Ajeng, salah satu mempelai, mengungkapkan bahwa mereka baru mendapat kabar pada hari Selasa. Pernikahan itu sendiri dijadwalkan pada hari Jumat, 5 Juni 2026.
Kehadiran Menteri Agama sebagai tamu kehormatan memiliki tujuan strategis. Hal ini untuk memberikan dukungan terhadap inisiatif Kementerian Agama dalam memperkenalkan program Gemah KUA. Selain itu, ini juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas layanan keagamaan yang lebih humanis.
Program Gemah KUA memiliki visi yang lebih luas. Tujuannya adalah untuk menjadikan KUA tidak hanya sebatas lembaga administrasi pencatatan pernikahan. Namun, KUA diharapkan dapat bertransformasi menjadi pusat yang mengedepankan nilai-nilai kemaslahatan bagi masyarakat.
Sejak pagi, suasana di KUA Semarang Selatan sudah terlihat semarak. Terdapat penataan acara yang rapi dan sistem pengamanan yang memadai namun tetap proporsional. Hal ini menunjukkan kesiapan KUA dalam menyambut tamu dan menyelenggarakan acara penting.
Pembacaan ijab kabul berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Begitu kalimat ijab kabul terucap, suasana haru menyelimuti seluruh ruangan. Momen tersebut kemudian berubah menjadi kebahagiaan yang terpancar dari wajah seluruh hadirin yang menyaksikan.






