Dua Pria Berbusana Adat Jawa di Masjidil Haram Curi Perhatian

Viral11 Views

GueBerita.com – Momen unik dan membanggakan terjadi di Masjidil Haram, Mekkah, di mana dua pria asal Indonesia menarik perhatian jamaah lain saat menjalankan ibadah salat Jumat.

Kehadiran mereka bukan karena hal lain, melainkan karena pakaian adat Jawa yang mereka kenakan. Fenomena ini berhasil terekam dan dibagikan oleh seorang jemaah umrah asal Indonesia melalui platform TikTok.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @raradimeruya ini memperlihatkan dengan jelas dua pria tersebut tengah melaksanakan salat Jumat. Pemandangan ini sontak menjadi sorotan di tengah lautan ribuan jamaah dari berbagai belahan dunia.

Sang pemilik akun mengaku terkejut sekaligus terkesan melihat pemandangan tak biasa tersebut. Ia merasa suasana di sekitarnya mendadak seperti kembali ke suasana khas Yogyakarta, khususnya kawasan Malioboro.

Hal ini dikarenakan busana tradisional yang dikenakan oleh kedua pria itu sangat identik dan kental dengan budaya Jawa.

Dalam video singkat tersebut, kedua pria itu tampak duduk dengan tenang di barisan salat. Mereka mengenakan jarik bermotif batik klasik yang terpasang rapi.

Baca juga: Peternakan Unta di Mojokerto: Harapan Kurban Masa Depan

Di kepala mereka, terpasang blangkon hitam yang melengkapi penampilan tradisional mereka. Pakaian ini terlihat sangat mencolok dan berbeda dibandingkan dengan mayoritas jamaah lain yang umumnya mengenakan pakaian ihram berwarna putih.

Suasana khidmat salat Jumat semakin terasa, diperkaya dengan lantunan azan Maghrib yang terdengar dalam video tersebut, meskipun fokus utama adalah pada kehadiran dua pria berpakaian adat Jawa itu.

Penampilan keduanya sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet Indonesia yang melihat video tersebut.

Banyak komentar positif yang membanjiri unggahan tersebut. Mayoritas netizen mengungkapkan rasa bangga melihat budaya Indonesia tetap lestari dan bahkan hadir di Tanah Suci.

Beberapa komentar bahkan memuji keberanian kedua pria tersebut dalam mempertahankan identitas budaya mereka saat menjalankan ibadah. Apresiasi datang dalam berbagai bentuk, mulai dari ungkapan kebanggaan hingga penghargaan atas eksistensi adat Jawa yang mampu bersinar di berbagai tempat, bahkan di pusat keagamaan umat Islam sedunia.