GueBerita.com – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih tujuh ekor sapi pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Tiga dari tujuh sapi kurban tersebut memiliki bobot lebih dari satu ton. Sementara itu, empat sapi lainnya memiliki berat antara 800 hingga 900 kilogram. Penyembelihan hewan kurban ini dilaksanakan di kediaman Wakil Bupati Sidoarjo setelah pelaksanaan salat Idul Adha pada Rabu, 27 Mei.
Seluruh proses penyembelihan diawasi secara langsung oleh petugas dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo. Tim pemeriksa ternak kurban dari dinas tersebut ditugaskan untuk memastikan kesehatan hewan sejak awal hingga akhir proses penyembelihan.
Drh. Arif, yang merupakan salah satu petugas pemeriksa, menyatakan bahwa kondisi seluruh sapi kurban dalam keadaan sangat baik. Penilaian ini didasarkan pada pemeriksaan awal sebelum disembelih, serta pengecekan daging dan organ dalam setelah penyembelihan dilakukan.
Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penyakit pada sapi-sapi tersebut, semuanya dalam kondisi sehat dan layak untuk dikonsumsi. Hal ini dikonfirmasi setelah pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik dan organ dalam hewan kurban.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan di rumah Ibu Wakil Bupati. Sapi-sapi tersebut dalam keadaan baik, berukuran besar, dan sehat sebelum disembelih. Setelah disembelih, kami juga memeriksa daging dan jeroannya, semuanya dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi,” ujar Drh. Arif.
Baca juga: Semangat Berkurban Warga Mojokerto Tetap Tinggi Meski Ekonomi Sulit
Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana menekankan bahwa Hari Raya Idul Adha merupakan momen yang sangat penting untuk berbagi kebahagiaan dan rezeki kepada sesama yang membutuhkan.
Pada perayaan Idul Adha kali ini, beliau mendistribusikan sebanyak 4.000 kantong daging kurban kepada masyarakat yang berada di sekitar kediamannya. Pembagian ini merupakan wujud kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
Ribuan kantong daging kurban tersebut dikemas secara khusus menggunakan besek bambu. Uniknya, besek-besek ini dibeli langsung dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Sidoarjo.
“Kami memilih menggunakan besek karena memiliki tujuan ganda, yaitu untuk memberdayakan UMKM lokal yang ada di Sidoarjo sekaligus sebagai upaya mengurangi limbah plastik. Besek bambu merupakan solusi pengemasan yang ramah lingkungan,” jelas Hj. Mimik Idayana.
Lebih lanjut, Hj. Mimik Idayana menjelaskan bahwa distribusi daging kurban dilakukan secara merata ke empat desa yang berada di Kecamatan Candi. Keempat desa tersebut meliputi Desa Kedungkendo, Desa Sugihwaras, Desa Gelam, dan Desa Candi.






