Arboretum Park Bali: 300 Ribu Mangrove sebagai Upaya Pemulihan Lingkungan

Nasional9 Views

GueBerita.com – Pulau-pulau kecil di Indonesia menghadapi ancaman serius akibat abrasi dan perubahan iklim. Menyadari urgensi ini, pemerintah telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengatasi masalah tersebut.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang juga merangkap sebagai Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) secara gencar mendorong pencapaian target nasional penanaman 2 miliar pohon. Fokus utama dari program ambisius ini diarahkan pada pemulihan dan penguatan ekosistem pesisir yang vital.

Salah satu wujud nyata dari upaya ini terlihat jelas di Bali. Kawasan hutan mangrove yang sebelumnya berada dalam kondisi kritis, kini telah bertransformasi menjadi benteng hijau yang kokoh, memberikan perlindungan efektif bagi garis pantai.

KLH/BPLH tidak hanya melakukan aksi penanaman mangrove secara sporadis, tetapi juga menjadikan Arboretum Park Tanjung Benoa sebagai proyek percontohan. Kawasan ini dipilih untuk menunjukkan potensi restorasi ekosistem pesisir yang berkelanjutan.

Dulunya, lahan seluas 12 hektare di Arboretum Park ini memiliki vegetasi yang mati dan tandus. Namun, kini area tersebut telah berhasil ditanami sebanyak 300.000 pohon mangrove yang terdiri dari 12 jenis berbeda, menandakan keberhasilan revitalisasi ekosistem.

Kegiatan penanaman dan peninjauan langsung di Arboretum Park, Tanjung Benoa, Bali, dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah terhadap upaya pelestarian lingkungan.

Lebih dari sekadar tindakan simbolis, kegiatan ini memiliki tujuan ganda. Pertama, memulihkan ekosistem pesisir yang rentan. Kedua, memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Serta yang tak kalah penting, berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target nasional penanaman 2 miliar pohon di seluruh penjuru Indonesia.

Pemilihan mangrove sebagai fokus utama bukanlah tanpa alasan. Pohon mangrove memiliki peran krusial sebagai garis pertahanan pertama bagi pulau-pulau kecil dalam menghadapi terjangan abrasi laut.

Melalui program restorasi vegetasi ini, ekosistem pesisir yang sebelumnya terdegradasi kini berhasil dipulihkan sepenuhnya. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa kerusakan lingkungan dapat diperbaiki.

Arboretum Park kini tidak hanya berfungsi sebagai area hijau, tetapi juga diangkat menjadi laboratorium alam. Selain itu, kawasan ini juga dikembangkan sebagai pusat edukasi yang penting. Pengetahuan dan praktik terbaik yang diperoleh dari sini diharapkan dapat direplikasi dan diterapkan di pulau-pulau kecil lain di seluruh kepulauan Nusantara.

“Hari ini kita menanam mangrove bukan sekadar untuk menghijaukan pesisir, tetapi mengirimkan pesan bahwa kerusakan lingkungan bisa dipulihkan jika ada kemauan dan partisipasi bersama. Bali telah membuktikannya,” ujar Menteri Jumhur, menekankan makna mendalam dari aksi lingkungan yang dilakukan. Pernyataan ini menegaskan bahwa kolaborasi dan tekad adalah kunci utama dalam pemulihan lingkungan.