Tiket Konser BTS Jakarta Melambung, Capai Puluhan Juta di Calo

GueBerita.com – Gelaran konser grup idola K-Pop ternama, BTS, yang rencananya akan diselenggarakan di Jakarta dengan tajuk BTS World Tour ‘Arirang’ in Jakarta, telah memicu perbincangan hangat di kalangan penggemar, yang akrab disapa ARMY.

Konser yang dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 26 dan 27 Desember 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), kini menjadi sorotan utama akibat melonjaknya harga tiket di pasar sekunder atau platform penjualan kembali.

Berdasarkan daftar harga resmi yang telah beredar, tiket konser ini sebenarnya terbagi dalam beberapa kategori reguler yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau.

Harga resmi termurah dimulai dari kategori CAT 3 yang dibanderol seharga Rp1.800.000. Kategori CAT 2 ditawarkan dengan harga Rp2.300.000, sementara CAT 1 seharga Rp2.800.000. Untuk kategori yang lebih premium, Platinum Floor/Tribune dijual seharga Rp3.650.000, dan kategori tertinggi adalah VIP Package yang dibanderol seharga Rp4.500.000.

Perlu dicatat bahwa seluruh harga resmi yang disebutkan tersebut belum termasuk komponen pajak negara dan biaya administrasi tambahan yang mungkin berlaku. Namun, muncul anomali harga yang sangat signifikan ketika tiket tersebut diperjualbelikan di platform penjualan tiket pihak ketiga.

Di platform *resale* tersebut, tiket konser BTS dijual dengan harga yang melambung berkali-kali lipat dari harga aslinya. Kenaikan harga ini terjadi akibat mekanisme penawaran oleh penjual perorangan dan dinamika permintaan pasar yang sangat tinggi dari para penggemar.

Berdasarkan data tangkapan layar yang beredar dari salah satu platform *resale*, tiket untuk kategori VIP Package B ditawarkan dengan harga mencapai Rp16.100.000. Sementara itu, tiket VIP Package A bahkan menyentuh angka fantastis sebesar Rp26.548.915.

Lonjakan harga tertinggi terlihat pada kategori VIP Package C, yang dipatok dengan harga hingga Rp38.640.000. Angka ini hampir sembilan kali lipat dari harga paket VIP resmi yang seharusnya dibayar oleh penggemar.

Situasi ini sontak memicu reaksi keras dari warganet dan para penggemar BTS di berbagai platform media sosial. Banyak dari mereka yang menyuarakan kritik tajam terhadap praktik spekulasi harga yang dilakukan oleh pihak ketiga. Para spekulan ini dinilai memanfaatkan tingginya antusiasme penggemar untuk meraup keuntungan pribadi secara tidak etis.

Di sisi lain, fenomena tingginya harga tiket *resale* ini juga ditanggapi dengan beragam komentar sarkastis dan gurauan oleh sebagian penggemar. Mereka merasa bahwa angka puluhan juta rupiah untuk sebuah tiket konser sudah sangat tidak rasional dan di luar batas kewajaran. (*)