GueBerita.com – Aksi penyampaian pendapat oleh mahasiswa kembali terlihat di beberapa titik di Ibu Kota.
Dalam upaya menjaga ketertiban sekaligus memastikan hak setiap warga negara tersalurkan dengan baik, aparat gabungan telah disiagakan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan.
Polda Metro Jaya bersama dengan unsur TNI berfokus pada penerapan pendekatan yang mengedepankan aspek kemanusiaan. Tujuannya adalah untuk menjaga situasi tetap kondusif tanpa mengurangi kebebasan dalam berekspresi.
Polda Metro Jaya bersama dengan komponen TNI telah mempersiapkan kekuatan sebanyak 6.088 personel gabungan. Personel ini ditugaskan untuk melayani dan mengamankan jalannya aksi penyampaian pendapat yang dilakukan oleh berbagai elemen mahasiswa.
Kegiatan pengamanan ini difokuskan di beberapa lokasi strategis. Di antaranya adalah Gedung DPR/MPR RI, kawasan Bundaran HI, Patung Kuda, sepanjang Jalan Cikini Raya, serta beberapa ruas jalan lainnya yang berpotensi terdampak oleh aktivitas demonstrasi.
Kapolda secara tegas menekankan bahwa seluruh personel tidak diperbolehkan membawa senjata api. Selain itu, setiap tindakan yang diambil haruslah terpusat pada satu komando demi menjaga kesatuan dan ketertiban.
Pelaksanaan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol. Asep Edi Suheri. Beliau mengerahkan total 6.088 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polda Metro Jaya dan TNI. Peserta aksi yang diamankan berasal dari berbagai elemen mahasiswa.
Kegiatan pengamanan ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 12 Juni 2026. Titik-titik pengamanan meliputi Gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, Jalan Cikini Raya, dan berbagai ruas jalan di wilayah Jakarta yang diperkirakan akan terdampak oleh kegiatan tersebut.
Tujuan utama dari pengerahan personel ini adalah untuk memberikan pelayanan, menjaga keamanan, dan mengamankan jalannya aksi penyampaian pendapat. Diharapkan aksi dapat berjalan dengan aman dan tertib, serta dapat meminimalkan potensi terjadinya gesekan antara aparat keamanan dan para massa aksi.
Seluruh personel yang bertugas telah menerima instruksi untuk menjalankan tugasnya dengan mengedepankan pendekatan yang humanis. Mereka diimbau untuk bersikap sabar, bertindak secara terukur, serta tidak mudah terpancing oleh provokasi. Komunikasi yang bersifat persuasif menjadi prioritas, dan tindakan di luar prosedur yang berlaku sangat dilarang. Personel juga diinstruksikan untuk tidak bertindak secara individual atau terpisah.
Dalam sebuah pesan yang disampaikan kepada seluruh personel yang bertugas, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menekankan pentingnya empati dan rasa kekeluargaan. “Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya, menegaskan komitmen untuk pengamanan yang berlandaskan kemanusiaan.






