GueBerita.com – Sebuah kabar gembira telah tiba dari upaya pelestarian satwa langka. Gajah Sumatera, yang kini berstatus terancam punah, kembali menunjukkan geliat populasinya dengan adanya kelahiran baru.
Taman Satwa Lembah Hijau di Lampung berhasil mencatat momen berharga ini. Keberhasilan ini bukanlah yang pertama kali terjadi, melainkan sebuah bukti nyata konsistensi program pengembangbiakan satwa di luar habitat aslinya (ex-situ) yang terus berjalan efektif.
Kehadiran seekor anak gajah betina memberikan secercah harapan baru untuk kelangsungan spesies endemik kebanggaan Indonesia tersebut.
Secara resmi, Taman Satwa Lembah Hijau Lampung mengumumkan kelahiran seekor anak Gajah Sumatera dengan nama ilmiah *Elephas maximus sumatranus*. Bayi gajah yang lahir ini berjenis kelamin betina.
Satwa mungil ini lahir dengan bobot mencapai 123 kilogram dan dilaporkan dalam kondisi yang sangat sehat. Kelahiran kali ini merupakan yang kedua bagi pasangan induk gajah yang sama, yaitu induk jantan bernama Aris yang berusia 29 tahun, dan induk betina bernama Mega yang berusia 27 tahun.
Sebelumnya, pasangan ini telah berhasil melahirkan seekor anak gajah jantan yang diberi nama Rawana pada tanggal 7 Agustus 2022. Keberhasilan kelahiran gajah baru ini menjadi sebuah capaian penting dalam program pengembangbiakan berkelanjutan yang dijalankan oleh Taman Satwa Lembah Hijau.
Program ini terus ditingkatkan kualitasnya dalam hal pengelolaan, perawatan, hingga strategi pengembangbiakan itu sendiri. Pernyataan resmi mengenai keberhasilan ini disampaikan langsung oleh Komisaris Utama Taman Satwa Lembah Hijau, Irwan Nasution, bersama dengan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Agung Nugroho.
Kedua belah pihak memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya yang telah dilakukan. Dukungan terhadap konservasi ex-situ dan peningkatan populasi Gajah Sumatera yang kini berada dalam ancaman kepunahan dinilai sangat krusial.
Tim Mahout, yang merupakan pawang gajah terlatih, bersama dengan tim medis hewan telah bekerja sama melakukan pemantauan yang sangat intensif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak gajah betina ini berjalan secara optimal.
“Kelahiran anak gajah ini menjadi bukti nyata komitmen Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung pelestarian Gajah Sumatera. Kami akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan, perawatan, dan program pengembangbiakan sebagai kontribusi nyata terhadap upaya konservasi satwa langka Indonesia demi menjaga keberlangsungan populasi Gajah Sumatera untuk generasi mendatang,” ujar Irwan Nasution dalam kutipan yang disampaikan pada tanggal 11 Juni.






