GueBerita.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk telah memulai penyaluran bantuan pangan, yang terdiri dari beras dan minyak goreng, untuk periode Februari hingga Maret 2026. Program bantuan ini ditujukan bagi 203.406 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.
Setiap KPM akan menerima total bantuan sebanyak 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng sebagai rapelan untuk dua bulan tersebut. Informasi ini disampaikan berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nganjuk.
Yusuf Satrio Wibowo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nganjuk, menjelaskan bahwa tujuan utama dari program bantuan pangan ini adalah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu menekan laju inflasi yang terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk.
“Tujuannya adalah meringankan beban pengeluaran ekonomi KPM, menjaga stabilitas pasokan pangan, serta menekan laju inflasi daerah di wilayah Kabupaten Nganjuk,” ujar Yusuf dalam laporan resminya.
Proses penyaluran bantuan logistik ini direncanakan akan berlangsung selama 11 hari, dimulai dari tanggal 8 hingga 18 Juni 2026. Untuk memastikan kelancaran dan mencegah penumpukan massa, pihak panitia tetap membuka layanan penyaluran bahkan pada hari libur.
Di Kecamatan Nganjuk, Kelurahan Begadung tercatat memiliki jumlah penerima bantuan terbanyak, dengan total 1.104 KPM. Proses pendistribusian bantuan di kelurahan ini turut ditinjau secara langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.
Bupati didampingi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat saat melakukan peninjauan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pelaksanaan program bantuan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, kembali menekankan empat program prioritas yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Keempat program tersebut meliputi upaya pengentasan kemiskinan, pemerataan akses jaminan kesehatan melalui program BPJS, penuntasan masalah rumah tidak layak huni, serta pencegahan anak putus sekolah.
Sebagai bagian dari langkah taktis di lapangan, Bupati meminta seluruh perangkat kelurahan untuk segera melakukan pendataan. Pendataan ini difokuskan pada rumah-rumah warga yang masih memiliki lantai tanah atau mengalami kerusakan atap. Hasil pendataan tersebut diharapkan dapat segera dilaporkan agar rumah-rumah tersebut dapat dimasukkan ke dalam program Bedah Rumah yang sedang dijalankan oleh Pemkab Nganjuk.
Lebih lanjut, Pemkab Nganjuk juga tengah melakukan pendataan secara langsung terhadap warga yang belum terdaftar dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Selain itu, sosialisasi program Sekolah Rakyat gratis terus digalakkan, seperti yang dilakukan di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi Pemkab Nganjuk untuk menekan angka putus sekolah, terutama di kalangan keluarga yang kurang mampu.






