Pentas Seni dan Lintas Budaya Meriahkan Peringatan Lahirnya Pancasila di Pasar Pon Trenggalek

Nasional6 Views

GueBerita.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni selalu menjadi momen penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Pelataran Pasar Pon, yang biasanya dipenuhi aktivitas jual beli setiap hari, pada malam itu bertransformasi menjadi sebuah panggung yang merefleksikan persatuan dan kebersamaan.

Acara puncak peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 berhasil diselenggarakan dengan meriah di Pelataran Pasar Pon, Trenggalek, pada hari Senin, 1 Juni 2026.

Acara akbar ini diisi dengan berbagai pertunjukan seni, baik tradisional maupun modern, yang memukau para hadirin. Perhelatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat daerah, tokoh-tokoh lintas agama, serta perwakilan masyarakat dari beragam suku. Kehadiran mereka, termasuk dari suku Jawa, Madura, Bali, dan Kalimantan, menegaskan keberagaman yang bersatu dalam semangat Pancasila.

Peringatan Hari Lahir Pancasila pada tahun ini mengusung tema yang sangat relevan, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”.

Tema tersebut secara khusus menekankan dua aspek krusial yang menjadi fokus utama kegiatan ini. Pertama adalah penguatan ketahanan sosial budaya masyarakat, dan yang kedua adalah peningkatan ketahanan ekonomi. Dengan demikian, pemilihan tema ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur Pancasila memiliki relevansi yang kuat untuk menjawab berbagai persoalan zaman.

Nilai-nilai Pancasila terbukti mampu menjadi perekat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarsuku, serta menjadi landasan dalam upaya membangun kemandirian ekonomi bangsa.

Dalam pidato sambutannya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Trenggalek, Drs. Sunyoto, secara tegas menekankan betapa pentingnya nilai-nilai Pancasila untuk senantiasa diterapkan dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Ia juga menyoroti urgensi untuk meneruskan warisan luhur ini kepada generasi muda agar mereka tumbuh dengan pemahaman yang kuat tentang ideologi bangsa.

Menariknya, mengingat adanya kebijakan efisiensi anggaran daerah yang sedang diterapkan, seluruh rangkaian acara peringatan Hari Lahir Pancasila ini diselenggarakan dengan mengedepankan pola kemitraan. Hal ini berarti seluruh kegiatan tidak menggunakan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Trenggalek.

Model kemitraan yang diterapkan dalam penyelenggaraan acara ini menjadi sebuah contoh nyata bagaimana semangat gotong royong, salah satu nilai fundamental Pancasila, dapat diwujudkan dalam praktik nyata. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan acara ini.

Baca juga: Leo/Daniel Gagal di Babak Awal Indonesia Open 2026 Setelah Kehilangan Keunggulan

Puncak peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Pasar Pon Trenggalek ini secara resmi menutup rangkaian kegiatan peringatan tahun 2026. Acara ini meninggalkan pesan yang kuat tentang pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan pondasi perdamaian dunia.