GueBerita.com – Sebuah unggahan video yang dibagikan oleh seorang wisatawan mancanegara telah memicu diskusi hangat di media sosial. Video tersebut merekam momen saat sang turis menyoroti keberadaan kabel ties pada salah satu komponen pesawat udara domestik yang terparkir di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Unggahan yang dibagikan melalui akun Instagram @js35 pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, ini dengan cepat menjadi viral. Wisatawan tersebut tampak terkejut melihat penggunaan pengikat plastik atau yang dikenal sebagai kabel ties pada bagian baling-baling pesawat jenis turboprop. Ia bahkan sempat beranggapan bahwa kabel ties tersebut berfungsi menyatukan struktur utama dari baling-baling itu sendiri.
Baca juga: Kerusuhan di Paris Warnai Perayaan Juara Liga Champions PSG
Menyadari adanya kekhawatiran yang timbul di kalangan publik akibat video yang beredar luas tersebut, pihak maskapai yang bersangkutan, yaitu Wings Air, tidak tinggal diam. Maskapai tersebut segera merilis sebuah klarifikasi resmi untuk memberikan penjelasan yang sebenarnya.
Dalam pernyataannya, manajemen Wings Air dengan tegas menjelaskan bahwa kabel ties yang terlihat pada komponen pesawat tersebut tidak memiliki dampak sama sekali terhadap struktur utama penggerak atau aspek keselamatan penerbangan secara keseluruhan. Komponen yang diikat oleh kabel ties tersebut ternyata hanyalah bagian dari lapisan pelindung.
Lapisan pelindung eksternal ini memiliki fungsi spesifik untuk melindungi baling-baling dalam kondisi operasional tertentu. Penting untuk ditekankan bahwa komponen ini bukanlah bagian dari struktur utama yang menghasilkan daya dorong bagi pesawat untuk terbang.
Lebih lanjut, maskapai penerbangan tersebut memberikan jaminan bahwa setiap pesawat yang siap beroperasi selalu menjalani serangkaian pemeriksaan teknis yang sangat ketat dan komprehensif. Prosedur yang dikenal sebagai pemeriksaan pra-penerbangan (preflight check) ini wajib dilakukan sebelum pesawat diizinkan untuk lepas landas.
Sesuai dengan standar dan regulasi penerbangan yang berlaku, sebuah pesawat tidak akan pernah mendapatkan izin untuk terbang apabila ditemukan adanya indikasi sekecil apapun yang dapat mengancam keselamatan penumpang maupun kru. Hal ini menunjukkan komitmen maskapai terhadap standar keselamatan tertinggi dalam setiap operasionalnya.






