Tahun Berlalu, Kisah Wilbur dan Imam Tetap Relevan Bahas Upah Layak

Nasional12 Views

GueBerita.com – Isu mengenai kesejahteraan para pekerja sektor informal kembali menjadi sorotan publik belakangan ini.

Sebuah tayangan dokumenter lama yang diproduksi oleh BBC pada tahun 2012 kini kembali diangkat dan viral melalui akun Instagram @nostix.id pada tanggal 31 Mei 2026.

Unggahan tersebut secara efektif membangkitkan kembali kesadaran akan adanya kesenjangan yang signifikan dalam hal nasib dan kesejahteraan antara pekerja kebersihan di negara-negara maju dengan mereka yang berada di negara berkembang.

Baca juga: Perpanjangan Batas Waktu Pendaftaran BIB 2026 Hingga 5 Juni

Dokumenter ini tidak hanya menyajikan data statistik yang relevan, tetapi juga secara dramatis mempertemukan dua individu yang memiliki profesi yang sama, yaitu sebagai pengumpul sampah.

Pertemuan yang disajikan dalam dokumenter tersebut mampu memicu sebuah refleksi yang mendalam mengenai tingkat penghargaan terhadap sebuah pekerjaan yang, meskipun sering kali dianggap sebagai pekerjaan “kotor,” justru memegang peranan yang sangat vital bagi keberlangsungan kehidupan di sebuah kota.

Film dokumenter BBC ini secara khusus mempertemukan Wilbur Ramirez, yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di kota London, dengan Imam Syafii, seorang pemungut sampah yang bekerja di berbagai sudut kota Jakarta.

Perjumpaan antara kedua individu ini secara gamblang mengekspos perbedaan mendasar dalam sistem kerja, serta tingkat penghargaan yang diberikan terhadap profesi pengumpul sampah di dua negara yang berbeda latar belakang tersebut.

Dua tokoh utama yang menjadi fokus dalam perbandingan ini adalah Wilbur Ramirez, yang dikenal sebagai seorang tukang sampah profesional di London, dan Imam Syafii, seorang pemungut sampah yang aktivitasnya sehari-hari tersebar di berbagai area perkotaan Jakarta.

Perbandingan yang dilakukan dalam tayangan tersebut secara spesifik mengambil dua kota sebagai titik sentral: London, Inggris, dan Jakarta, Indonesia.

Meskipun keduanya menjalankan tugas harian yang pada dasarnya serupa, yaitu mengumpulkan dan mengelola sampah, kondisi dan lingkungan kerja yang mereka hadapi menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok.

Perbedaan ini mencerminkan adanya jurang yang lebar antara dua kota yang memiliki standar ekonomi yang sangat kontras, serta kebijakan ketenagakerjaan yang berbeda pula.