GueBerita.com – Perayaan keberhasilan Paris Saint-Germain (PSG) dalam merayakan gelar juara Liga Champions kembali diwarnai oleh aksi kerusuhan di sejumlah titik di Kota Paris, Prancis, pada Sabtu (30/5/2026) malam waktu setempat.
Ribuan suporter yang awalnya berkumpul untuk merayakan kemenangan tim kesayangan mereka terlibat dalam aksi vandalisme hingga bentrokan dengan aparat kepolisian.
Kawasan ikonik Champs-Élyses menjadi salah satu pusat konsentrasi massa, di mana sekitar 20.000 penggemar memadati jalanan.
Guna mengantisipasi aksi anarkis, sejumlah pemilik toko di kawasan tersebut terpaksa memasang barikade dan menutup jendela toko mereka menggunakan pagar besi.
Berdasarkan laporan dari otoritas kepolisian setempat, situasi memanas ketika kelompok kecil di dalam kerumunan massa mulai melakukan tindakan anarkis.
Mereka menyalakan petasan dan suar, membakar kendaraan, serta merusak sejumlah fasilitas publik termasuk beberapa toko ritel dan restoran.
Rekaman video amatir yang diunggah oleh akun Instagram @luc.auffret menunjukkan ketegangan di dekat Stadion Parc des Princes, di mana beberapa titik api terlihat menyala di jalanan dan petugas kepolisian anti-huru-hara bergerak maju untuk membubarkan massa.
Untuk meredam eskalasi kekerasan, Kepolisian Paris mengerahkan ribuan personel ke titik-titik rawan kerusuhan.
Petugas terpaksa melepaskan gas air mata setelah sekelompok oknum suporter melemparkan kembang api dan berbagai benda tumpul ke arah aparat keamanan yang berjaga.
Hingga menjelang tengah malam, pihak berwenang dilaporkan telah menahan lebih dari 130 orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan dan penyerangan tersebut.
Baca juga: Lirik Lengkap Lagu "Game Time" Milik Future dan Tyla yang Jadi Bagian Album Piala Dunia 2026
Meski ada beberapa insiden bentrokan fisik dan kerusakan materi, kepolisian menegaskan bahwa situasi berangsur-angsur dapat dikendalikan demi menjaga keamanan warga kota secara menyeluruh. (*)






