Ratusan Rumah Terendam Lumpur, BPBD Evakuasi dan Bersihkan Pasca Banjir Gorontalo Utara

Viral19 Views

GueBerita.com – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, telah menimbulkan dampak signifikan terhadap ratusan rumah warga. Material lumpur dan kayu menutup akses sejumlah desa, memperparah kondisi pascabanjir.

Kejadian ini menarik perhatian luas setelah rekaman video kondisi banjir beredar luas di platform media sosial. Salah satu unggahan yang viral berasal dari akun Instagram @pandemictalks, menampilkan aliran banjir yang sangat deras menerjang area permukiman penduduk.

Unggahan tersebut mengindikasikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa jam telah menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah serta timbunan lumpur yang tebal di berbagai lokasi yang terdampak.

Menurut laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, banjir tersebut dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Biau pada tanggal 27 Mei 2026. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras berlangsung dalam durasi yang cukup lama.

Ketinggian air di beberapa titik permukiman dilaporkan mencapai kisaran 100 hingga 250 sentimeter saat banjir bandang terjadi. Ketinggian air yang signifikan ini tentu saja menyebabkan kerusakan yang meluas.

Data sementara yang berhasil dikumpulkan oleh BPBD Provinsi Gorontalo hingga tanggal 30 Mei 2026 mengonfirmasi bahwa sedikitnya lima desa di Kecamatan Biau terdampak langsung oleh banjir bandang ini. Luasnya cakupan terdampak menunjukkan skala bencana yang cukup besar.

Secara rinci, Desa Bualo mencatat jumlah kepala keluarga yang terdampak paling tinggi, yaitu sebanyak 132 kepala keluarga. Diikuti oleh Desa Didingga yang melaporkan 115 kepala keluarga terdampak oleh banjir.

Selanjutnya, Desa Biau sendiri juga tidak luput dari dampak, dengan 122 kepala keluarga yang terdampak. Desa Omuto melaporkan sebanyak 85 kepala keluarga terdampak, sementara Desa Luhuto mencatat 75 kepala keluarga yang mengalami kerugian akibat banjir.

Mohamad Nasaru, selaku Pengelola Data Pusdalops PB BPBD Provinsi Gorontalo, memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi di lapangan. Ia menyatakan bahwa sebagian besar rumah warga di Desa Didingga masih tertimbun oleh material lumpur sisa banjir.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sejumlah rumah dan bahkan kios milik warga mengalami kerusakan yang cukup parah akibat terjangan kuat aliran banjir. Kerusakan ini tentu memerlukan upaya pemulihan yang signifikan.

Menanggapi kondisi darurat ini, BPBD Provinsi Gorontalo segera mengambil langkah-langkah penanganan. Prioritas utama adalah melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dan terisolasi akibat timbunan lumpur serta puing-puing.

Tim reaksi cepat BPBD telah dikerahkan ke lokasi bencana untuk melakukan penilaian kerusakan secara menyeluruh. Upaya pembersihan material lumpur dan kayu yang menutup akses jalan desa juga menjadi fokus utama untuk memulihkan konektivitas antar wilayah.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti pemerintah daerah dan relawan, untuk mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban banjir. Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan kesehatan.

Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat perubahan cuaca yang tidak menentu. Informasi terkini mengenai perkembangan situasi dan imbauan keselamatan akan terus disampaikan melalui kanal resmi.

Baca juga: Pemerintah Kota Makassar Selenggarakan Salat Idul Adha di Lapangan Karebosi, Imbau Warga Datang Lebih Awal

Upaya pemulihan pascabanjir diprediksi akan memakan waktu dan memerlukan sumber daya yang cukup besar. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh kepada warga terdampak agar dapat segera bangkit dari musibah ini.