Perusakan Mobil di Tol JORR: Kronologi dan Pengakuan Korban

Viral18 Views

GueBerita.com – Sebuah video yang merekam dugaan aksi perusakan mobil oleh seorang pengemudi taksi online di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) telah menyita perhatian publik dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Insiden yang terekam dan dibagikan oleh akun Instagram @peteratindra ini dilaporkan terjadi pada hari Selasa, 26 Mei 2026. Dalam keterangan yang menyertai unggahannya, pemilik akun memberikan penjelasan rinci mengenai awal mula kejadian yang mengerikan tersebut.

Menurut penuturan korban, peristiwa ini berawal ketika sebuah mobil Sigra dengan nomor polisi B 1557 WIM mencoba melakukan manuver menyalip kendaraan miliknya. Upaya penyalipan tersebut dilakukan dari sisi kiri mobil korban, yang kemudian tidak berhasil.

Karena gagal menyalip dari sisi kiri, pengemudi mobil Sigra tersebut kemudian memutuskan untuk berpindah jalur dan mencoba menyalip kembali dari sisi kanan. Dalam proses perpindahan dan penyalipan yang sedang berlangsung inilah, insiden tak terduga terjadi.

Terjadi senggolan antara kedua kendaraan yang tengah bermanuver tersebut. Akibat senggolan ini, salah satu komponen kendaraan, yaitu spion mobil Sigra, dilaporkan terlepas dan jatuh.

Tak lama setelah insiden senggolan dan spion yang terlepas, pemilik akun yang menjadi korban menceritakan bahwa pengemudi mobil Sigra tersebut kemudian memutuskan untuk turun dari kendaraannya. Yang mengejutkan, ia dilaporkan turun sambil membawa sebuah alat.

Baca juga: Generasi Pertama Boarding School Kediri Diskusi Masa Depan Bersama Dhito dan Cicha

Alat yang dibawa oleh pengemudi Sigra tersebut adalah sebuah kunci roda. Pengemudi tersebut terlihat menuju ke arah mobil korban dengan membawa kunci roda tersebut.

Dalam video yang telah ditonton oleh lebih dari satu juta pengguna media sosial, terlihat dengan jelas bagaimana pengemudi mobil Sigra tersebut melakukan tindakan perusakan. Ia secara spesifik merusak bagian spion kanan dari kendaraan korban.

Korban membenarkan bahwa mobilnya dirusak menggunakan alat yang dibawa oleh pelaku, yakni kunci roda. Pelaku tampaknya mengambil alat tersebut dari dalam kendaraannya sebelum melakukan perusakan.

Setelah berhasil melakukan dugaan perusakan terhadap spion mobil korban, pengemudi mobil Sigra tersebut dilaporkan tidak tinggal lama di lokasi kejadian. Ia segera meninggalkan tempat insiden tanpa melakukan penyelesaian atau pertanggungjawaban.

Lebih lanjut, korban mengungkapkan bahwa selama insiden berlangsung, ia juga mengalami ancaman verbal dari terduga pelaku. Ancaman tersebut menambah ketegangan dan rasa tidak aman selama kejadian.

Menurut keterangan yang diunggah korban di media sosial, pelaku sempat melontarkan kata-kata yang mengintimidasi. Pelaku bahkan disebut sempat menantang korban dengan ungkapan yang sangat provokatif, bahkan menantang untuk melakukan “bunuh-bunuhan”.