GueBerita.com – Senja di perairan Desa Sombori, Kecamatan Sombori, Morowali, Sulawesi Tengah, menampilkan pemandangan yang luar biasa berbeda dari biasanya.
Deretan perahu-perahu kecil terlihat memenuhi laut di depan desa yang terpencil itu. Suara mesin perahu memecah keheningan ombak, menandai dimulainya perjalanan enam warga yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Momen menyentuh ini menjadi viral setelah dibagikan melalui media sosial oleh akun Facebook Sarniwati Adnan, menarik perhatian banyak orang.
Di sepanjang bibir pantai, masyarakat berkumpul dengan suasana yang dipenuhi rasa haru. Sebagian warga terlihat membantu membawa barang bawaan para jamaah.
Baca juga: Perkuat Sinergi Sosial, Pemkot Madiun Dorong Karang Taruna dan PSM Lahirkan Inovasi Berbasis Data
Sementara itu, banyak pula yang hanya berdiri memandang kepergian sanak saudara mereka dengan mata yang berkaca-kaca. Para nelayan, yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut, memainkan peran krusial sebagai pengantar awal.
Mereka mengantar para calon tamu Allah itu menuju daratan terdekat, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan panjang menuju Tanah Suci Mekkah.
Kondisi geografis kepulauan dengan akses transportasi yang masih terbatas menjadikan keberangkatan jamaah haji di wilayah ini sebagai sebuah peristiwa yang sangat istimewa.
Tradisi mengantar rombongan haji hingga ke seberang laut telah lama dipertahankan oleh warga setempat. Hal ini menjadi wujud nyata dari dukungan dan kebersamaan yang erat.
“Kami biasa mengantar sampai daratan. Ini bentuk kebersamaan kami melepas saudara yang berangkat haji,” ungkap salah seorang nelayan, seperti yang diceritakan dalam unggahan media sosial tersebut.
Pemandangan puluhan perahu yang berlayar beriringan menciptakan suasana yang sangat menyentuh hati banyak orang.
Warga terlihat saling membantu mengangkat barang bawaan para jamaah. Sementara itu, para calon haji tampak beberapa kali menengadah ke langit.
Mereka melambaikan tangan, dan tak sedikit yang meneteskan air mata haru. Momen ini menjadi saksi bisu dari kekeluargaan dan solidaritas masyarakat Sombori.






