Kesaksian Penjaga Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Saat Kebakaran: Korban Sempat Teriak Minta Tolong

Viral24 Views

GueBerita.com – Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Haerul Saleh. Insiden tragis ini terjadi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026. Api mulai berkobar sekitar pukul 07.53 WIB di kediaman milik almarhum Haerul Saleh.

Saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa api diduga berasal dari lantai empat rumah. Area tersebut diketahui merupakan ruang kerja almarhum Anggota BPK.

Baca juga: Truk Tangki CPO Bocor, Jalur Lintas Sumatera Banyuasin Licin dan Macet

Arpen, yang bertugas sebagai penjaga rumah, mengaku mendengar teriakan minta tolong dari almarhum Haerul Saleh. Teriakan itu terdengar saat kobaran api mulai membesar dan melahap bangunan.

“Bapak teriak kebakaran,” ujar Arpen dengan nada prihatin saat ditemui di lokasi kejadian pada Jumat, 8 Mei 2026. Pernyataan ini menggambarkan kepanikan yang terjadi saat itu.

Menyikapi teriakan tersebut, Arpen segera bertindak. Bersama warga sekitar, ia berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin kepada korban.

Menurut penuturan Arpen, warga segera mengambil tindakan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Hal ini dilakukan ketika api mulai menunjukkan tanda-tanda sulit dikendalikan oleh upaya awal warga.

“Kita naik, sama ngasih tahu warga sini langsung telpon damkar,” jelasnya, menggambarkan koordinasi cepat yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Arpen juga menceritakan bahwa dirinya sempat memberanikan diri naik ke lantai atas rumah. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi di dalam bangunan saat api terus membesar dan menyebar.

“Kita naik ke atas, ternyata bapak masih di dalam,” terangnya, mengungkapkan situasi genting yang dihadapinya saat itu.

Tragedi kebakaran ini akhirnya menelan korban jiwa. Haerul Saleh meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Dugaan kuat, almarhum terjebak di dalam rumahnya saat upaya penyelamatan sedang berlangsung, yang sayangnya tidak berhasil menjangkaunya tepat waktu.