GueBerita.com-State Donut Lab Masih Dipertanyakan – Startup asal Finlandia, Donut Lab, baru-baru ini mempublikasikan hasil pengujian independen terhadap sel baterai yang mereka klaim sebagai baterai all-solid-state siap produksi untuk kendaraan listrik.
Publikasi hasil pengujian ini dilakukan oleh VTT Technical Research Centre of Finland. Langkah ini diambil setelah pengumuman perusahaan di ajang Consumer Electronics Show 2026 menuai berbagai pertanyaan dan skeptisisme dari para ahli.
Dalam rangkaian pengujian yang dilakukan, VTT melaksanakan tujuh siklus pengisian terhadap sel pouch berkapasitas 94 watt-jam. Data ini dikutip pada hari Sabtu, 28 Februari.
Empat dari tujuh pengujian tersebut secara spesifik menggunakan laju pengisian daya 5C dan 11C. Sebagai perbandingan, laju 1C menunjukkan bahwa baterai dapat terisi penuh dalam waktu satu jam. Sementara itu, laju 5C berarti pengisian daya lima kali lebih cepat dari itu.
Pada pengujian dengan laju 5C, sel baterai diisi menggunakan arus 130 ampere dan tegangan 4,3 volt. Hasilnya, baterai berhasil mencapai 80 persen kapasitas pengisian dalam waktu kurang dari 10 menit. Pengisian penuh dilaporkan memakan waktu sekitar 13 menit, dengan suhu puncak yang tercatat mencapai 47 derajat Celsius.
Sedangkan dalam uji coba dengan laju 11C, sel baterai mampu mencapai 80 persen kapasitas pengisian hanya dalam waktu 4,6 menit. Pengisian daya hingga penuh diselesaikan dalam waktu kurang dari delapan menit. Suhu sel pada pengujian ini tercatat lebih tinggi, yaitu 63 derajat Celsius.
Seluruh pengujian ini dilaksanakan dengan menggunakan sistem pendinginan pasif. Sistem tersebut memanfaatkan heat sink satu dan dua sisi yang dirancang untuk mensimulasikan manajemen panas yang akan terjadi dalam penggunaan nyata.
Menariknya, VTT mencatat sebuah temuan bahwa ketika sistem pendinginan pasif dikurangi intensitasnya, suhu sel baterai justru meningkat hingga 90 derajat Celsius. Peningkatan suhu ini secara tak terduga justru menurunkan resistansi internal baterai, yang kemudian memungkinkan proses pengisian daya menjadi lebih cepat.
Sebelumnya, Donut Lab telah mengklaim berbagai keunggulan untuk teknologi baterai mereka. Klaim tersebut meliputi kemampuan pengisian daya ultra cepat dalam lima menit, daya tahan yang impresif hingga 100.000 siklus, kepadatan energi yang tinggi mencapai 400 Wh/kg, serta ketahanan terhadap fenomena thermal runaway.
Namun, hasil pengujian yang dipublikasikan oleh VTT saat ini hanya berfokus pada verifikasi kemampuan pengisian daya cepat. Pengujian tersebut tidak secara eksplisit membahas atau memverifikasi klaim perusahaan mengenai daya tahan jangka panjang baterai maupun tingkat kepadatan energinya.
Baca juga: MotoGP 2026: Sirkuit Mandalika Siap Jadi Tuan Rumah Oktober
Sejumlah pakar di industri energi dan otomotif memberikan pandangan bahwa hasil yang diperoleh di laboratorium, meskipun menjanjikan, tidak serta-merta dapat dijadikan cerminan langsung dari kinerja baterai ketika sudah diimplementasikan dalam skala paket baterai untuk kendaraan listrik secara keseluruhan.






