GueBerita.com – Produksi kendaraan di Inggris menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam pada Februari 2026. Data terbaru dari Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) mengungkap bahwa total output industri otomotif nasional anjlok 17 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Penurunan ini terjadi dalam sebuah periode yang krusial, bahkan sebelum dampak penuh dari konflik yang melanda Timur Tengah mulai terasa secara luas pada sektor industri.
SMMT sendiri telah menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai situasi yang dihadapi oleh industri otomotif Inggris. Pernyataan ini disampaikan kepada publik pada hari Senin, 30 Maret, menggarisbawahi urgensi penanganan masalah yang ada.
Tidak hanya produksi secara keseluruhan, sektor ekspor kendaraan Inggris juga mengalami pelemahan yang signifikan. Secara agregat, ekspor kendaraan turun sebesar 12 persen.
Meskipun ada kabar baik dari pasar Uni Eropa yang mencatat peningkatan ekspor sebesar 5 persen, angka ini ternyata belum cukup untuk mengimbangi penurunan tajam di pasar-pasar utama lainnya.
Kinerja ekspor ke Amerika Serikat tercatat memburuk drastis, dengan penurunan mencapai 34 persen. Situasi yang lebih mengkhawatirkan terlihat pada ekspor ke China, yang merosot tajam hingga 66 persen.
Melemahnya permintaan di pasar China ini diyakini dipengaruhi oleh semakin kuatnya dominasi produsen-produsen otomotif lokal di negara tersebut. Persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan tersendiri.
Sementara itu, di pasar Amerika Serikat, kebijakan tarif yang diberlakukan oleh pemerintah setempat turut memberikan tekanan tambahan yang signifikan terhadap ekspor kendaraan dari Inggris.
Penting untuk dicatat bahwa industri otomotif Inggris memiliki ketergantungan yang sangat tinggi pada pasar internasional. Sekitar 81 persen dari total produksi kendaraan nasional dialokasikan untuk tujuan ekspor, menjadikan fluktuasi pasar global sangat berpengaruh.
Baca juga: Veda Ega Pratama Jatuh di Lap Keempat Moto3 Amerika, Posisi Keempat Hilang
Bahkan, segmen kendaraan ramah lingkungan, yang mencakup kendaraan listrik penuh (battery electric), plug-in hybrid, dan hybrid, juga tidak luput dari tren penurunan. Produksi segmen ini mengalami penurunan sebesar 3 persen, menghasilkan total 26.629 unit.






