Tinjau Dapur MBG Bogor, Sudaryono Soroti Kendala Distribusi Makanan bagi Ibu Hamil dan Balita

Viral3 Views

GueBerita.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, secara langsung meninjau kesiapan operasional di dua titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 24 Juli 2026.

Inspeksi mendadak ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk melakukan verifikasi ketat terhadap standar kebersihan serta keamanan proses pengolahan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum produk tersebut sampai ke tangan masyarakat.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @sudaru_sudaryono, terlihat momen saat ia melakukan peninjauan di SPPG Pasir Kuda 03 pada dini hari, tepatnya pukul 03.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono memaparkan data operasional yang disampaikan oleh Kepala SPPG Pasir Kuda terkait volume produksi harian mereka.

Diketahui bahwa satuan pelayanan tersebut mampu memproduksi dan menyalurkan sekitar 2.800 porsi makanan bergizi setiap harinya.

Dari total porsi yang dihasilkan, sebanyak 2.000 porsi dialokasikan khusus untuk pemenuhan gizi balita, ibu hamil, serta ibu menyusui yang disalurkan melalui berbagai posyandu di wilayah tersebut.

Sementara itu, sisa dari total produksi harian tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan makan bergizi bagi para siswa di sekolah-sekolah sasaran.

Dalam analisisnya, Sudaryono menyoroti adanya perbedaan tingkat kesulitan dalam proses logistik dan distribusi makanan di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran makanan ke posyandu menghadirkan tantangan distribusi yang jauh lebih kompleks dan menantang dibandingkan pengiriman ke area sekolah.

Hal ini disebabkan oleh lokasi para penerima manfaat di posyandu yang tersebar secara luas di banyak titik, sehingga memerlukan manajemen distribusi yang lebih presisi.

Lebih lanjut, Sudaryono menekankan bahwa sidak yang ia lakukan bukan sekadar pemeriksaan administratif, melainkan bagian dari pengawasan rutin untuk menjamin kualitas layanan.

Kegiatan ini juga menjadi wujud apresiasi pemerintah terhadap kinerja SPPG yang telah terbukti mampu menjalankan operasionalnya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Namun demikian, ia memberikan peringatan tegas bahwa Badan Gizi Nasional akan terus melakukan pembinaan intensif bagi SPPG yang dinilai belum mampu mencapai standar kebersihan dan keamanan pangan yang dipersyaratkan.

BGN berkomitmen untuk tidak mentoleransi kelalaian dalam aspek kesehatan pangan demi melindungi masyarakat penerima manfaat.

Sebagai konsekuensi akhir, Sudaryono menegaskan bahwa bagi unit SPPG yang tetap tidak mampu memenuhi standar kualitas setelah dilakukan berbagai upaya pembinaan dan pembenahan, maka operasionalnya berpotensi untuk dihentikan secara permanen.

Langkah pengawasan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan kenyang, tetapi benar-benar memberikan manfaat gizi yang aman dan higienis bagi masyarakat.

Langkah tegas ini diharapkan mampu menjaga integritas program pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan taraf kesehatan ibu serta anak di Indonesia.

Ke depannya, pengawasan serupa akan terus digalakkan di berbagai wilayah lain untuk memastikan konsistensi kualitas layanan gizi di seluruh Indonesia.