Perdebatan Rektor UNY dan Mahasiswa soal Spanduk Aksi Viral di Medsos

Viral13 Views

GueBerita.com – Sebuah video yang menampilkan perdebatan sengit antara Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Siswanto, dengan mahasiswa dari Aliansi Garda Biru UNY, telah menjadi sorotan utama di berbagai platform media sosial.

Rekaman peristiwa tersebut, yang dibagikan melalui akun Instagram resmi @gardabiru_uny, secara spesifik menyoroti ketegangan yang terjadi terkait pemasangan spanduk kritik oleh mahasiswa. Spanduk ini ditempatkan di area sekitar Gedung Rektorat UNY pada saat aksi berlangsung, tepatnya pada hari Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam cuplikan video yang beredar, Wakil Rektor Siswanto terdengar menyampaikan pandangannya bahwa spanduk yang dipasang oleh para mahasiswa dianggap mencemari keindahan area kampus dan tidak pada tempatnya. Pernyataan ini sontak memicu respons dari para peserta aksi yang hadir.

Perdebatan kemudian semakin memanas ketika mahasiswa mengangkat isu mengenai rencana pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan UNY. Sementara itu, Siswanto balik mempertanyakan keberadaan SPPG di kampus tersebut, sebuah dialog yang terekam jelas dalam video tersebut.

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh Aliansi Garda Biru UNY melalui akun Instagram mereka, aksi yang digelar tersebut merupakan wujud penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan internal yang diterapkan di kampus. Beberapa poin utama yang disuarakan antara lain adalah rencana pembentukan SPPG di UNY, penerapan kebijakan triple gate, serta pelaksanaan tes kesehatan bagi seluruh mahasiswa baru.

Lebih lanjut, Aliansi Garda Biru UNY juga menegaskan bahwa aksi ini tidak hanya berfokus pada isu internal kampus, tetapi juga turut menggaungkan berbagai isu nasional yang krusial. Di antaranya adalah pentingnya penguatan peran militer dalam ranah sipil, serta kritik terhadap beberapa program pemerintah yang sedang berjalan. Program-program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes), dan Danantara, yang menurut pandangan mahasiswa, masih memerlukan tingkat transparansi dan akuntabilitas yang jauh lebih baik.

Menurut penjelasan yang disampaikan oleh pihak aliansi mahasiswa, rencana awal mereka adalah untuk menggelar aksi teatrikal di area tangga rektorat dan memasang spanduk di balkon gedung tersebut. Namun, karena berbagai kendala yang dihadapi, rencana ini tidak dapat terealisasi sesuai harapan. Akibatnya, massa aksi memutuskan untuk memindahkan lokasi kegiatan mereka ke depan gerbang utama kampus.

Meskipun berpindah lokasi, para mahasiswa tetap melaksanakan rangkaian aksi yang telah mereka persiapkan. Rangkaian tersebut meliputi aksi teatrikal yang sarat makna, penyampaian orasi yang lantang, serta pembacaan puisi yang menyentuh hati. Semua ini dilakukan sebagai bagian integral dari upaya mereka dalam menyampaikan aspirasi dan kepedulian terhadap berbagai isu yang mereka angkat.

Perlu diketahui sebelumnya, Rektor UNY, Sumaryanto, pernah secara terbuka menyatakan kesiapan universitas untuk terlibat dalam pengelolaan SPPG. Pernyataan ini disampaikan apabila kampus mendapat penugasan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai salah satu bentuk partisipasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Universitas Negeri Yogyakarta terkait video perdebatan antara wakil rektor dan mahasiswa yang saat ini tengah menjadi viral dan banyak diperbincangkan di media sosial. (*)