PKN LAN RI Belajar Praktik Terbaik UMKM di Kota Mojokerto

News3 Views

GueBerita.com – Kota Mojokerto, meskipun memiliki luas wilayah yang terbatas dan minim sumber daya alam, berhasil menjadi sorotan utama peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Lokasi ini dipilih sebagai tempat pelaksanaan Kunjungan Lapangan Pendalaman Policy Brief.

Berbagai kebijakan inovatif yang digagas oleh pemerintah daerah dinilai mampu mengubah keterbatasan yang ada menjadi berbagai prestasi yang membanggakan. Hal ini menunjukkan adanya strategi yang efektif dalam mengelola potensi daerah.

Di hadapan para peserta PKN, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memaparkan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memegang peranan krusial sebagai fondasi utama perekonomian daerah. Oleh karena itu, berbagai upaya afirmasi terus digalakkan untuk mendukung pelaku UMKM.

Tujuannya adalah agar para pelaku UMKM dapat bertahan, terus berkembang, dan mampu naik kelas di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat. Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen untuk terus memperkuat sektor ini.

Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten menyelenggarakan beragam program penguatan UMKM. Program-program tersebut mencakup pelatihan peningkatan skala usaha (upscalling), pelatihan kemasan dan branding, pelatihan pemasaran digital, sesi coaching clinic, serta fasilitasi promosi melalui berbagai ajang di tingkat regional maupun nasional.

Selain itu, pendampingan untuk sertifikasi produk juga terus dilakukan secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM lokal.

“Khusus untuk sektor makanan dan minuman, dari total 4.649 UMKM, sebanyak 3.430 usaha atau 73,8 persen telah memiliki sertifikat halal. Sedangkan 1.219 usaha lainnya terus kami fasilitasi melalui skema self declare bekerja sama dengan bpjph,” terang Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, pada hari Kamis (25/6).

Angka sertifikasi halal yang tinggi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keamanan dan kualitas produk, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.

Keberhasilan berbagai program pemberdayaan ekonomi kerakyatan ini juga tercermin jelas pada capaian pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang terus menunjukkan tren peningkatan. Hal ini menjadi indikator positif dari efektivitas kebijakan yang dijalankan.

Sepanjang tahun 2025, tercatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,34 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 yang mencapai 5,32 persen.

Bahkan, pada triwulan pertama tahun 2026, angka pertumbuhan ekonomi berhasil menembus 6,05 persen. Pencapaian ini patut diapresiasi karena melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

Capaian luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa strategi penguatan UMKM, koperasi, industri kecil dan menengah, serta pengembangan ekonomi kreatif yang dijalankan secara kolaboratif telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian daerah.

“Tentu capaian ini tidak menjadikan kami berpuas diri. Justru hal tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah kota Mojokerto untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan berdaya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan disrupsi global,” tegas Ning Ita.

Penegasan ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah kota untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan, demi kemajuan ekonomi daerah yang berkelanjutan.