GueBerita.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah konkret untuk memberikan perlindungan sosial kepada Tiwarni, seorang lansia berusia 80 tahun yang hidup sebatang kara di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa. Langkah intervensi ini dilakukan menyusul kondisi kesehatan Tiwarni yang dilaporkan terus mengalami penurunan akibat faktor usia dan lingkungan hunian yang kurang memadai.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim Homecare untuk memberikan pendampingan kesehatan secara intensif. Program ini difokuskan untuk memantau kondisi fisik sekaligus kesehatan mental sang lansia yang mulai terganggu.
Menurut hasil peninjauan di lapangan, lingkungan tempat tinggal Tiwarni menjadi salah satu pemicu utama kemunduran kesehatannya. Kondisi rumah yang tidak layak huni, termasuk fasilitas tidur yang masih berada di lantai, dinilai tidak mendukung standar hidup sehat bagi seorang lansia.
“Tempat tidurnya masih di bawah. Hal ini berdampak pada kesehatan mentalnya, seperti muncul gejala demensia karena beliau tinggal sendirian tanpa teman mengobrol serta minim fasilitas pendukung,” jelas Helmi saat meninjau langsung kondisi di kediaman Tiwarni.
Menanggapi situasi tersebut, Pemkab Jember berkomitmen untuk melakukan perbaikan hunian melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Langkah ini diambil sebagai upaya jangka panjang untuk memastikan Tiwarni memiliki tempat tinggal yang lebih sehat dan layak.
Berikut adalah poin-poin utama langkah penanganan yang dilakukan Pemkab Jember:
- Pengerahan tim Homecare untuk pemantauan kesehatan fisik dan mental secara berkala.
- Pengusulan renovasi rumah melalui program RTLH atau BSPS agar hunian memenuhi standar rumah sehat.
- Koordinasi lintas instansi, yakni dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember, untuk melakukan survei teknis di lokasi.
- Pemberdayaan perangkat desa dan kader kesehatan untuk melakukan pengawasan harian terhadap kondisi Tiwarni.
Helmi menambahkan bahwa proses pengusulan bantuan rumah sehat ini akan segera diproses dengan dukungan anggaran, baik yang bersumber dari APBD maupun bantuan pusat. Sembari menunggu realisasi perbaikan hunian, pihak pemerintah daerah telah memberikan instruksi tegas kepada aparatur desa setempat.
Tenaga kesehatan dan perangkat desa di wilayah Desa Candijati diminta untuk proaktif memantau kondisi Tiwarni setiap hari. Langkah ini diambil guna memastikan jika sewaktu-waktu terdapat keluhan medis, penanganan dapat segera diberikan oleh kader kesehatan yang bertugas di lapangan.
Upaya Pemkab Jember ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam memberikan perlindungan kepada warga lansia yang hidup mandiri, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun ekonomi. Diharapkan dengan adanya pendampingan ini, kualitas hidup Tiwarni dapat berangsur membaik.






