Bupati Subandi Temui Pengurus PCNU Sidoarjo, Fokus Berantas Pekat

News3 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat tekadnya dalam menumpas berbagai penyakit sosial yang kian meresahkan, terutama terkait penyebaran minuman beralkohol ilegal serta tingginya angka pergaulan bebas.

Pernyataan tersebut disampaikan kembali oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, dalam agenda silaturahmi sekaligus diskusi bersama jajaran pengurus PCNU Kabupaten Sidoarjo di kantor PCNU Sidoarjo, Rabu (29/7/2026).

Dalam forum tersebut, Bupati Subandi menekankan bahwa pihaknya bakal menempuh langkah konkret untuk menekan peredaran miras, termasuk memberikan sanksi hingga penutupan bagi gerai-gerai yang memperdagangkan minuman keras tanpa izin di seluruh wilayah Sidoarjo.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Sidoarjo KH Nur Kholis Misbah, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny KH Abussalam, Ketua DPC PKB Sidoarjo Reza Ali Faizin, serta Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasik.

Bupati Sidoarjo Subandi mengungkapkan bahwa upaya penanggulangan penyakit masyarakat menuntut kerja sama erat antara ulama dan jajaran pemerintah (umara).

Pemkab Sidoarjo berencana memperketat pengawasan hingga ke level kecamatan dan desa guna menyisir lokasi-lokasi yang dicurigai melanggar regulasi.

“Pemerintah bakal menerapkan tindakan tegas berupa penghentian operasional terhadap tempat usaha minuman keras, baik skala besar maupun warkop dan kafe yang tidak berizin,” tegas Subandi.

“Bersama pihak kecamatan serta kepala desa, kami akan segera terjun langsung melakukan sidak dan evaluasi rutin agar praktik peredaran miras dapat dihentikan sepenuhnya,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan para ulama dilakukan semata-mata demi memelihara ketertiban serta melindungi masa depan generasi muda di Sidoarjo, tanpa ada muatan kepentingan politik praktis.

Langkah represif Pemkab Sidoarjo ini merupakan respons terhadap keresahan mendalam dari kalangan tokoh agama dan masyarakat mengenai meningkatnya kasus sosial yang kian membahayakan kalangan remaja maupun pelajar.

Pergaulan bebas yang dipicu oleh masifnya peredaran minuman keras serta penyalahgunaan media sosial dinilai menjadi faktor utama lonjakan kasus HIV/AIDS di Sidoarjo.