Satelit Diciptakan China untuk Menyaingi Starlink

Teknologi8 Views

GueBerita.com – China tengah mempersiapkan sebuah proyek ambisius bernama SpaceSail atau Qianfan (Thousand Sails) untuk menyaingi dominasi Starlink milik SpaceX dalam penyediaan layanan internet satelit.

Proyek yang dikembangkan oleh Shanghai Spacecom Satellite Technology ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah China. SpaceSail dirancang untuk beroperasi di orbit rendah Bumi (LEO), sebuah strategi yang sama dengan Starlink, guna menghadirkan layanan internet broadband berkecepatan tinggi, bahkan hingga ke daerah-daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan konvensional.

Target awal SpaceSail sangat agresif. Hingga pertengahan tahun 2026, mereka menargetkan untuk memiliki lebih dari 200 satelit yang beroperasi aktif. Namun, visi jangka panjangnya jauh lebih besar, yaitu membangun sebuah konstelasi yang terdiri dari lebih dari 15.000 satelit.

Sebagai perbandingan, Starlink milik SpaceX saat ini telah mengoperasikan sekitar 10.000 satelit dan telah berhasil melayani sekitar 12 juta pelanggan di lebih dari 160 negara di seluruh dunia. Kehadiran SpaceSail menunjukkan keseriusan China dalam menguasai pasar internet satelit global yang terus berkembang pesat.

Untuk memperluas jangkauan pasarnya, SpaceSail tidak tinggal diam. Mereka secara proaktif menjalin kerja sama dengan berbagai negara. Hingga kini, tercatat sekitar 30 negara telah menjalin kemitraan dengan SpaceSail, termasuk negara-negara besar seperti Brasil dan Kazakhstan.

Bentuk kerja sama ini sangat beragam, mencakup pengembangan infrastruktur pendukung, pelaksanaan uji coba layanan internet satelit, hingga peluang penyediaan layanan internet yang ditujukan baik bagi pemerintah maupun operator telekomunikasi setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi SpaceSail di berbagai belahan dunia.

Teknologi yang diadopsi oleh SpaceSail, yaitu penggunaan satelit di orbit rendah Bumi (LEO), menawarkan keunggulan signifikan dalam hal latensi yang lebih rendah dan kecepatan internet yang lebih tinggi. Keunggulan ini sangat kontras dibandingkan dengan satelit geostasioner yang memiliki jarak lebih jauh dari Bumi, sehingga menimbulkan jeda waktu yang lebih lama dalam transmisi data.

Layanan internet satelit berkecepatan tinggi ini dinilai sangat relevan dan krusial untuk mendukung berbagai aktivitas digital modern. Mulai dari pembelajaran jarak jauh yang membutuhkan koneksi stabil, layanan telemedis yang memerlukan transmisi data real-time, hingga penyediaan layanan darurat yang seringkali beroperasi di lokasi terpencil. Selain itu, konektivitas di daerah yang belum terjangkau jaringan internet darat menjadi salah satu fokus utama.

Meskipun memiliki potensi besar, kualitas akhir dari layanan yang ditawarkan SpaceSail akan sangat bergantung pada beberapa faktor kunci. Desain satelit yang efisien, sistem pendukung di darat yang andal, serta efisiensi dalam operasional sehari-hari menjadi penentu utama. Semua ini harus dikelola dengan baik untuk memastikan pengalaman pengguna yang optimal.

Faktor-faktor tersebut memang menjadi tantangan tersendiri bagi SpaceSail. Hal ini mengingat Starlink telah lebih dulu membangun ekosistem internet satelit secara global dan memiliki keunggulan dalam hal pengalaman operasional serta basis pelanggan yang sudah terbentuk. Persaingan di ranah internet satelit diprediksi akan semakin ketat dengan hadirnya SpaceSail.