Bappenas Ingatkan Risiko AI, Polri Perlu Pahami Penggunaan Teknologi yang Tepat

Nasional5 Views

GueBerita.com – Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kian merambah ke sektor penegakan hukum.

Pada Jumat (19/6/2026), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengadopsi dan memanfaatkan teknologi AI.

Menurut Rachmat, AI berpotensi menjadi alat bantu yang signifikan dalam memperkuat proses pengumpulan dan analisis data. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dalam pengungkapan kasus kriminal, bahkan untuk perkara yang telah berlangsung lama.

Dorongan ini muncul sebagai respons terhadap tuntutan agar Polri mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan kejahatan berbasis digital.

Dalam kesempatan yang sama, Rachmat Pambudy menekankan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya relevan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan perkara pidana. Teknologi ini juga dinilai dapat berkontribusi pada pengembangan lembaga pendidikan serta riset di lingkungan internal Polri.

Kepala Bappenas juga menegaskan pentingnya bagi Polri untuk menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi AI secara bertanggung jawab. Hal ini mencakup pemahaman mendalam mengenai potensi risiko penyalahgunaan yang mungkin timbul dari teknologi tersebut.

Oleh karena itu, lanjut Rachmat, Polri perlu berada di garda terdepan dalam memahami setiap perkembangan teknologi digital. Kemampuan ini krusial agar Polri dapat mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan baru yang memanfaatkan kemajuan teknologi.

Lebih lanjut, Kepala Bappenas menambahkan bahwa pemanfaatan AI, bersama dengan internet, dapat membantu Polri dalam membangun kedekatan yang lebih baik dengan masyarakat.

Rachmat memberikan contoh dari negara lain yang telah berhasil mengungkap kejahatan yang terjadi puluhan tahun lalu. “Saya contohkan ada di negara lain bahwa kejahatan yang sudah dilakukan 20 tahun yang lalu, dengan bantuan data, penguatan data, pengumpulan data, dan kecerdasan buatan maka kejahatan itu bisa terungkap dengan baik dan tepat dengan presisi,” ujarnya.