Banjir Bandang Nepal-China: 1.403 Tewas, 6.150 Orang dalam Pencarian

News34 Views

GueBerita.com – Tragedi kemanusiaan berskala besar tengah melanda kawasan perbatasan antara Nepal dan China pasca-bencana alam hebat yang terjadi pada akhir Agustus lalu. Hingga saat ini, upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan di tengah tingginya angka korban jiwa yang tercatat di kedua negara tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Penanggulangan Bencana Nepal, jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian Banjir Bandang dan tanah longsor yang menyapu wilayah tersebut telah mencapai 1.403 orang. Selain angka kematian yang signifikan, tercatat sebanyak 13.742 orang telah berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman oleh tim penyelamat.

Namun, harapan keluarga korban kini tertuju pada proses pencarian ribuan orang yang masih dinyatakan hilang. Data otoritas Nepal menunjukkan bahwa sebanyak 6.150 orang belum ditemukan, di mana 587 di antaranya merupakan warga negara asing yang kebetulan berada di lokasi saat bencana terjadi.

Dampak bencana ini tidak hanya dirasakan oleh Nepal, tetapi juga menyentuh wilayah perbatasan China, tepatnya di Tibet yang dikenal dengan sebutan Daerah Otonomi Xizang. Pemerintah China melaporkan adanya 43 korban jiwa akibat fenomena alam tersebut. Selain itu, sebanyak 519 orang masih dilaporkan hilang di wilayah China, dengan 261 di antaranya adalah warga negara asing.

Kronologi Pemicu Bencana

Peristiwa tragis ini bermula pada 26 Agustus silam. Analisis geologi menunjukkan bahwa bencana dipicu oleh keretakan pada gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, yang berada di ketinggian 5.200 meter di atas permukaan laut. Fenomena ini kemudian memicu longsoran es dan bebatuan dalam skala masif.

Material longsoran tersebut segera berubah menjadi aliran puing yang sangat destruktif. Aliran material ini menuruni lereng gunung dan menerjang lembah-lembah di sepanjang garis perbatasan, menghancurkan infrastruktur dan permukiman yang berada di jalur lintasannya.

Dampak Kerusakan Wilayah

Sejumlah distrik di Nepal mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor tersebut. Wilayah yang terdampak meliputi:

  • Distrik Rasuwa
  • Distrik Nuwakot
  • Distrik Dhading
  • Distrik Kavre
  • Lembah Kathmandu

Selain kerusakan pada permukiman warga dan infrastruktur publik di Nepal, bencana ini juga berdampak signifikan terhadap akses lintas batas. Pos perbatasan Gyirong yang terletak di wilayah Xizang, China, dilaporkan tertimbun material longsor, yang sempat menghambat jalur logistik dan pergerakan antarwilayah di titik tersebut.

Hingga saat ini, proses penanganan darurat terus diintensifkan oleh pemerintah kedua negara. Fokus utama tetap pada evakuasi korban hilang dan pemulihan akses di wilayah-wilayah yang terisolasi akibat tertutup material longsoran es dan batu.

Catatan: Data mengenai jumlah korban jiwa dan orang hilang bersifat dinamis seiring dengan berlanjutnya operasi pencarian di lapangan oleh tim gabungan.