Jejak Terakhir Jurnalis di Pulau Sebesi Terlacak Sinyal Komdigi

News42 Views

GueBerita.com – Upaya pencarian terhadap delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki babak baru. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini turut terlibat aktif dengan melakukan pelacakan jejak digital untuk memetakan keberadaan terakhir rombongan yang hilang kontak tersebut.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan penyedia layanan seluler. Langkah ini diambil untuk mendeteksi sinyal terakhir dari perangkat komunikasi yang dibawa oleh korban sebelum dinyatakan hilang.

“Kami telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk melakukan deteksi terhadap Base Transceiver Station (BTS) di sekitar Selat Sunda, baik yang mencakup wilayah Banten maupun Lampung,” ujar Nezar saat meninjau Posko SAR di Dermaga Pantai Marina, Pandeglang, Banten, pada Sabtu (12/9/2026).

Selain pemantauan sinyal seluler, Nezar menambahkan bahwa Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio juga dikerahkan. Institusi ini bertugas memantau jika terdapat spektrum frekuensi yang tertangkap di titik-titik yang menjadi fokus pencarian tim gabungan.

Berdasarkan analisis data telekomunikasi yang dihimpun Komdigi, Pulau Sebesi teridentifikasi sebagai lokasi terakhir di mana sinyal perangkat korban terdeteksi. Temuan ini telah diserahkan kepada Tim SAR Gabungan sebagai informasi krusial untuk mempersempit area penyisiran di lapangan.

Operasi Pencarian Hari Kelima

Memasuki hari kelima operasi, Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut. Operasi ini melibatkan kekuatan besar, dengan pengerahan 14 kapal serta satu unit helikopter untuk menyisir perairan yang diduga menjadi rute atau lokasi persinggahan kapal.

Tantangan cuaca menjadi salah satu kendala utama di lapangan. Nezar menjelaskan bahwa tim udara sempat mengalami hambatan berupa kabut tebal yang membatasi jarak pandang hingga 1,5 kilometer. Meski demikian, tim SAR tetap berkomitmen untuk terus menyisir lokasi-lokasi yang dicurigai menjadi lintasan kapal.

Kronologi Awal Hilang Kontak

Insiden ini bermula pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menggunakan speedboat. Tujuan utama perjalanan mereka adalah melakukan peliputan aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau.

Para jurnalis yang dilaporkan hilang berasal dari berbagai media, yaitu:

  • Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA)
  • Arie Basuki (merdeka.com)
  • Donal Husni (fotografer lepas)
  • Yudhistira (iNews)
  • Daus (Anadolu)

Selain lima awak media, kapal tersebut juga membawa nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu. Nezar Patria mengimbau kepada masyarakat luas agar tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh Tim SAR Gabungan terkait perkembangan proses pencarian.

Data telekomunikasi yang akurat menjadi instrumen penting bagi Tim SAR untuk mempercepat penemuan lokasi korban di tengah luasnya perairan Selat Sunda.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh pihak terkait masih terus berupaya melakukan pencarian dengan mengedepankan koordinasi antarlembaga guna memastikan efektivitas operasi di tengah kondisi cuaca yang menantang.