Dispusip Kota Mojokerto Perkuat Literasi Digital Lawan Penipuan

News18 Views

GueBerita.com – Melimpahnya arus informasi di zaman digital serta kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah memunculkan tantangan baru bagi publik.

Masalah utamanya saat ini bukan lagi kesulitan dalam mencari informasi, melainkan kecakapan dalam membedakan mana konten yang akurat dan mana yang bersifat menyesatkan.

Guna merespons tantangan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Mojokerto menyelenggarakan Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang mengangkat tema “Literasi Informasi sebagai Fondasi Pengambilan Keputusan Berkualitas” bertempat di Gedung Sabha Mandala Madya Kota Mojokerto, Jumat (31/7).

Acara yang dihadiri oleh para pustakawan, tenaga pengajar, kepala sekolah SD/MI, serta penggerak literasi di seluruh wilayah Kota Mojokerto ini, merupakan wujud keseriusan Dispusip dalam membentuk komunitas yang cerdas, memiliki daya kritis, serta bijak dalam mengonsumsi informasi.

Di luar upaya menggalakkan minat baca, perpustakaan saat ini bertransformasi menjadi pusat edukasi literasi digital demi melindungi masyarakat dari ancaman hoaks, disinformasi, hingga beragam bentuk penipuan di dunia siber.

Pemateri Bimtek, Edy Wiyono, S.Sos. M.Tr, AP dari Pengurus Pusat Gerakan Pembudayaan Minat Baca, memaparkan bahwa literasi informasi mencakup kecakapan dalam mengidentifikasi kebutuhan data, menemukan referensi terpercaya, menilai validitasnya, hingga memanfaatkan informasi tersebut secara etis dan penuh tanggung jawab.

Baginya, keterampilan tersebut adalah modal krusial untuk menghadapi derasnya aliran informasi yang diproduksi dengan sangat cepat di era digital saat ini.

“Literasi informasi juga erat kaitannya dengan keamanan warga. Jangan gampang terhasut kabar bohong atau terjebak dalam berbagai skema penipuan digital. Mari kita bersinergi memperkuat benteng informasi, alih-alih ikut serta dalam rantai penyebaran disinformasi,” tuturnya.

Edi pun mendorong para pendidik agar menjadi motor perubahan yang sanggup membekali generasi muda agar adaptif terhadap kemajuan teknologi melalui penguatan empat pilar literasi digital, yaitu Digital Skill, Digital Culture yang berlandaskan falsafah Pancasila, Digital Ethics melalui etika komunikasi serta penghormatan hak cipta, dan Digital Safety lewat penguatan perlindungan data pribadi serta keamanan akun digital.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Mojokerto, Abd. Rahmat Tuwo, S.sos. MM menyampaikan bahwa sasaran dari Bimtek ini adalah menumbuhkan kesadaran publik mengenai urgensi literasi informasi, baik dalam sektor pendidikan maupun aktivitas harian, terutama saat berinteraksi di dunia maya.

“Literasi informasi adalah kompetensi esensial yang harus dikuasai masyarakat masa kini. Keahlian dalam menelusuri data dari sumber terpercaya, memverifikasi kebenarannya, berpikir secara kritis, serta menggunakan informasi dengan bijaksana akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dalam mengambil keputusan,” pungkasnya.