Nanik S Deyang Jalani Pengobatan di Luar Negeri setelah Melepas Jabatan Kepala BGN

Viral9 Views

GueBerita.com – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, akhirnya buka suara mengenai kondisi kesehatannya serta alasan di balik keputusannya untuk melepas jabatan strategis tersebut. Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun media sosial pribadinya, ia mengonfirmasi bahwa saat ini dirinya sedang berada di luar negeri untuk melanjutkan rangkaian proses pengobatan medis.

Langkah ini diambil oleh Nanik sebagai upaya untuk mendapatkan second opinion atau pendapat medis kedua terkait kondisi jantung yang dialaminya. Keputusan untuk mencari perawatan di luar negeri muncul setelah ia sempat menjalani observasi intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta selama lebih dari satu pekan.

Dalam unggahan yang dibagikan pada Kamis, 23 Juli 2026, Nanik merinci kronologi permasalahan kesehatannya. Ia menjelaskan bahwa serangkaian pemeriksaan medis, termasuk tindakan CT scan jantung dan proses kateterisasi, telah dilakukan di Jakarta. Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya indikasi penyumbatan pada jantungnya yang mengharuskan penanganan lebih lanjut.

Untuk memperkuat pernyataannya, Nanik menyertakan dokumentasi berupa foto saat ia masih berada dalam masa perawatan di rumah sakit. Salah satu momen yang ia bagikan adalah ketika dirinya dijenguk oleh Komisaris PT Pertamina (Persero), Hasan Nasbi. Menurut keterangan tertulisnya, Hasan Nasbi telah memberikan dukungan moral sejak ia mulai menjalani perawatan intensif pada tanggal 10 Juli 2026.

Selain membahas perihal kesehatan, Nanik juga memberikan klarifikasi mengenai pengunduran dirinya dari posisi Kepala BGN. Ia mengungkapkan bahwa surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, serta Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada tanggal 12 Juli 2026.

Nanik menegaskan bahwa keputusan untuk mundur tidak hanya didasari oleh kondisi kesehatannya semata. Ia menyebutkan bahwa terdapat pertimbangan-pertimbangan lain yang melatarbelakangi langkah tersebut. Pihak-pihak yang mengetahui secara detail mengenai pertimbangan tersebut, menurut Nanik, adalah Sufmi Dasco Ahmad, Prasetyo Hadi, dan Hasan Nasbi.

Selama masa kepemimpinannya di Badan Gizi Nasional, Nanik mengakui bahwa ia sering melakukan koordinasi dan konsultasi intensif dengan Sufmi Dasco Ahmad. Diskusi tersebut mencakup berbagai kebijakan krusial yang berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Beberapa poin kebijakan yang sempat dibahas dalam konsultasi tersebut meliputi:

  • Penerapan kebijakan moratorium dalam operasional program.
  • Proses refocusing anggaran untuk efektivitas program.
  • Langkah penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna penataan ulang sistem pelaksanaan.

Di tengah masa pemulihannya, beredar kabar mengenai potensi pemeriksaan oleh pihak Kejaksaan Agung terkait penyidikan dugaan korupsi di lingkungan BGN. Menanggapi isu tersebut, Nanik menyatakan bahwa ia telah menerima banyak dukungan serta doa untuk kesembuhannya dari berbagai kalangan, termasuk dari sejumlah anggota Kabinet Merah Putih.

Secara khusus, ia menyebutkan bahwa Jaksa Agung juga termasuk di antara tokoh yang memberikan perhatian dan doa atas kondisi kesehatannya saat ini. Hal ini ia sampaikan sebagai penegasan bahwa dirinya tetap mendapatkan dukungan moral di tengah situasi yang berkembang.

Sebagai penutup dari pernyataan resminya, Nanik S Deyang memberikan ucapan selamat kepada Sudaryono. Sebagaimana diketahui, Sudaryono telah resmi dilantik sebagai Kepala BGN yang baru pada hari Rabu, 22 Juli 2026, untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Nanik.

Keputusan untuk mundur dari jabatan Kepala BGN merupakan langkah yang diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan serta berbagai faktor strategis lainnya yang telah dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait.

Kini, publik menaruh perhatian besar pada transisi kepemimpinan di Badan Gizi Nasional pasca pengunduran diri Nanik. Di sisi lain, fokus utama Nanik saat ini adalah menjalani proses pemulihan kesehatan secara maksimal di luar negeri agar kondisinya dapat segera membaik.