Video Mobil Sport Hancur Akibat Ditabrak Taksi Green SM Viral, Korban Tuntut Ganti Rugi Perusahaan

Viral20 Views

GueBerita.com – Sebuah insiden lalu lintas yang melibatkan mobil sport mewah dan armada taksi dari perusahaan Taksi Green SM telah menarik perhatian publik. Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat setelah rekaman video yang menampilkan kerusakan kedua kendaraan tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Video insiden tersebut pertama kali diunggah oleh pemilik mobil sport, yang diketahui bernama Rifki Nugraha. Unggahan itu dibagikan melalui akun Instagram pribadinya dengan nama pengguna @rifkinugrahaa pada hari Jumat, 29 Mei 2026. Dalam video yang beredar, Rifki Nugraha menunjukkan dengan jelas kondisi bagian belakang mobil sportnya yang mengalami kerusakan signifikan.

Kerusakan tersebut merupakan akibat dari benturan yang diduga berasal dari arah belakang kendaraannya. Melalui rekaman video, Rifki Nugraha menyampaikan kekecewaannya dengan nada yang terdengar pasrah namun juga sedikit kesal. “Sudah ganteng-ganteng, malah disundul dari belakang,” ucap Rifki dalam narasi videonya, menggambarkan situasi yang tidak mengenakkan tersebut.

Rifki Nugraha kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi dugaan tabrakan. Menurut keterangannya, insiden tersebut terjadi ketika bagian depan kiri dari armada taksi menghantam bagian belakang mobil sport miliknya. Ia mengungkapkan kebingungannya mengenai bagaimana benturan yang terjadi di sisi depan taksi bisa menyebabkan kerusakan pada bagian belakang mobilnya hingga terangkat.

Baca juga: Pemotor Terperosok ke Lubang Jalan Ambles di Lenteng Agung, Jadi Viral

“Disundul dari sebelah sini, tapi kok bisa naik ke atas bagian belakang mobilnya,” kata Rifki, menunjukkan arah benturan dan kejanggalan yang ia rasakan terkait dampak kerusakan yang terjadi. Pernyataannya ini mengindikasikan adanya pertanyaan mengenai cara terjadinya tabrakan tersebut.

Selain fokus pada visualisasi kerusakan kendaraan yang terlibat, unggahan Rifki Nugraha juga secara khusus menyoroti proses penanganan dan penyelesaian ganti rugi yang diajukan setelah kecelakaan. Hal ini menjadi poin penting yang menimbulkan rasa kecewa di pihaknya.

Rifki Nugraha mengaku merasa kecewa dengan respons yang diberikan oleh pihak perusahaan taksi. Ia menyatakan bahwa perusahaan tersebut diduga meminta agar penyelesaian ganti rugi dilakukan secara pribadi, langsung antara dirinya sebagai korban dan pengemudi taksi yang terlibat. Menurut pengakuannya, pihak perusahaan hanya bertindak sebagai perantara, mengarahkan segala komunikasi terkait biaya perbaikan kendaraan kepada sopir.

“Masa dari pihak perusahaan mintanya beresin sama sopir buat ganti secara kekeluargaan,” keluh Rifki dalam unggahannya, menyuarakan ketidakpuasannya terhadap alur penyelesaian yang ditawarkan. Pernyataan ini menggarisbawahi ekspektasinya terhadap tanggung jawab perusahaan.

Ia mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab perusahaan sebagai pemilik armada transportasi yang secara resmi beroperasi di jalan raya. Rifki merasa bahwa perusahaan seharusnya memiliki mekanisme penyelesaian yang lebih profesional dan bertanggung jawab, bukan hanya menyerahkan sepenuhnya kepada pengemudi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar operasional dan etika bisnis perusahaan tersebut dalam menghadapi insiden yang melibatkan aset mereka.