Sidoarjo Berupaya Hilangkan TB pada 2028, PKK Fokus Deteksi dan Pendampingan Pasien

News18 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bertekad untuk mencapai eliminasi tuberkulosis (TB) lebih awal dari target nasional. Jika target nasional ditetapkan pada tahun 2030, Sidoarjo menargetkan eliminasi TB dapat tercapai pada tahun 2028.

Untuk mewujudkan percepatan eliminasi TB ini, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Sidoarjo didorong untuk meningkatkan perannya. Peran tersebut mencakup deteksi dini kasus, pendampingan aktif bagi pasien, serta upaya edukasi masyarakat mengenai pentingnya lingkungan sehat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, menyampaikan bahwa PKK memegang peranan yang sangat strategis. PKK berperan sebagai motor penggerak sekaligus garda terdepan di tingkat masyarakat dalam upaya penanggulangan penyakit TB.

Baca juga: Rombongan Biksu Thudong 2026 Tiba di Nganjuk, Disambut Hangat Tokoh Lintas Agama

“PKK akan fokus pada tiga aspek utama: deteksi dini, pendampingan pasien, dan promosi lingkungan sehat. Tujuannya adalah untuk memutus mata rantai penularan tuberkulosis di masyarakat,” jelas Sriatun Subandi saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Peran PKK dalam Penanggulangan TBC Berbasis Lingkungan yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa pada Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menekankan betapa krusialnya peran seorang ibu dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat bagi keluarganya. Menurut pandangannya, ibu memiliki kapasitas untuk menjadi “insinyur rumah tangga” yang secara langsung menentukan kualitas kesehatan seluruh anggota keluarga.

Hal ini dapat diwujudkan melalui pengaturan ventilasi udara yang baik, memastikan pencahayaan yang memadai di dalam rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah secara keseluruhan. Peran ibu sangat sentral dalam menciptakan hunian yang tidak hanya nyaman tetapi juga sehat.

“Ibu di rumah adalah perancang utama kesejahteraan keluarga. Ibu memiliki kekuatan untuk mengatur tata letak dan ventilasi rumah agar menjadi hunian yang sehat dan nyaman,” tegasnya lebih lanjut, menyoroti pengaruh besar ibu dalam aspek kesehatan keluarga.

Sriatun Subandi juga mengajak seluruh masyarakat untuk mulai membiasakan gerakan sederhana yang disebut “Pentasuling”. Gerakan ini merujuk pada aktivitas menjemur bantal, kasur, dan guling secara rutin. Ini merupakan salah satu langkah preventif yang efektif untuk menjaga kesehatan lingkungan rumah.

Ia secara khusus meminta para kader PKK untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjemur perlengkapan tidur mereka secara rutin. Tujuannya adalah untuk mencegah perkembangbiakan kuman dan penyebaran penyakit.

Lebih lanjut, ia mengingatkan kembali tentang pentingnya memberikan dukungan moral kepada para penderita TB. Dukungan ini krusial agar pasien TB tidak merasa terasingkan atau dikucilkan oleh lingkungan sekitarnya.

Masih banyak pasien TB yang mengalami rasa minder dan ketakutan untuk berinteraksi dengan masyarakat. Kekhawatiran utama mereka adalah dianggap sebagai sumber penularan penyakit, yang seringkali berujung pada stigma negatif.