Dorong Kemandirian Warga Manguharjo, Pemkot Madiun Perkuat Ketahanan Pangan Lewat P2L dan Bank Sampah

News17 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya, seraya tak melupakan pentingnya pelestarian lingkungan hidup.

Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada dua pilar utama: Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Kegiatan ini secara khusus dilaksanakan di Kecamatan Manguharjo pada hari Rabu, tanggal 20 Mei.

Acara yang diselenggarakan di Kecamatan Manguharjo diawali dengan sebuah bazar yang meriah. Bazar ini menjadi wadah bagi berbagai produk unggulan yang merupakan hasil panen dari program P2L di setiap kelurahan. Selain itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa penyerahan santunan yang ditujukan kepada anak-anak yatim.

Baca juga: Pemkot dan DPRD Kota Madiun Raih Penghargaan Bergengsi di JDIH Award Jatim

Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan penuh semangat, melibatkan berbagai elemen masyarakat. Para pengelola P2L, pengurus bank sampah, anggota Tim Penggerak PKK, hingga para kader lingkungan setempat turut berpartisipasi aktif dalam memeriahkan acara tersebut.

Data terkini menunjukkan bahwa Kecamatan Manguharjo memiliki sebanyak 18 kelompok P2L yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, 11 kelompok tercatat masih aktif menjalankan programnya. Tak hanya itu, kesadaran masyarakat Manguharjo terhadap isu lingkungan juga sangat terlihat dari keberadaan 159 kelompok bank sampah yang aktif. Kelompok-kelompok bank sampah ini tersebar di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat RT, RW, hingga tingkat PKK.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa kemajuan pembangunan di suatu daerah tidak akan pernah dapat berjalan secara optimal apabila tidak didukung oleh partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang sinergis antara program P2L, pengelolaan bank sampah, serta kreativitas yang dimiliki oleh warga merupakan kunci utama yang sangat penting dalam menciptakan sebuah lingkungan yang tidak hanya bersih, tetapi juga mandiri. Lebih dari itu, sinergi ini juga dinilai mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di tingkat lokal.

“Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Harus bersama masyarakat. Karena kota yang maju bukan hanya bangunannya, tetapi masyarakatnya juga harus mandiri, peduli, kreatif, dan berdaya,” tegas F. Bagus Panuntun, menekankan pentingnya peran serta masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kota Madiun memiliki harapan besar agar pemanfaatan lahan melalui program P2L tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan pangan harian bagi setiap keluarga. Lebih dari sekadar itu, hasil panen dari program P2L diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk-produk kreatif yang memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.

Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan dan jangka panjang, melalui pemberdayaan sumber daya lokal yang ada. (*)