Rombongan Biksu Thudong 2026 Tiba di Nganjuk, Disambut Hangat Tokoh Lintas Agama

News21 Views

GueBerita.com – Rombongan biksu yang mengikuti program *Thudong 2026* disambut hangat oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk. Turut hadir dalam penyambutan tersebut tokoh lintas agama serta elemen masyarakat setempat. Acara penyambutan dilaksanakan di Pendopo KRT Sosro Koesoemo pada hari Rabu, 21 Mei.

Kedatangan para biksu ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan *Indonesia Walk for Peace*. Program ini merupakan sebuah perjalanan spiritual yang dilakukan dengan berjalan kaki, sebagai bentuk persiapan menjelang perayaan Hari Raya Waisak.

Perjalanan yang penuh makna ini telah direncanakan berlangsung selama 21 hari. Titik awal perjalanan adalah Singaraja, Bali. Rombongan tersebut memiliki target untuk mencapai Candi Borobudur pada tanggal 28 Mei mendatang.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap dedikasi para peserta *Thudong*. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini membawa sebuah pesan yang sangat kuat. Pesan tersebut adalah tentang pentingnya persaudaraan dan kerukunan di antara sesama.

“Kegiatan *Thudong* ini mengusung pesan kuat tentang persaudaraan, toleransi, dan kedamaian antarumat beragama. Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kerukunan di tengah masyarakat kita,” ujar Marhaen.

Tahun ini, agenda *Thudong* diikuti oleh para biksu yang berasal dari empat negara. Negara-negara tersebut meliputi Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia. Selain itu, terdapat pula 7 biksu yang merupakan fungsionaris dalam rombongan tersebut.

Baca juga: Pandawara Group: Dari Aksi Bersih Sungai Hingga Raih Dua Rekor Dunia

Bhante Jams, yang mewakili rombongan biksu, menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia menyatakan bahwa para peserta telah menerima dukungan yang sangat baik. Dukungan tersebut meliputi aspek logistik, dukungan moral, serta pengamanan yang konsisten. Dukungan ini telah diberikan sejak perjalanan dimulai dari Bali hingga akhirnya memasuki wilayah Nganjuk.

Dukungan yang diterima di sepanjang rute perjalanan tidak hanya datang dari umat Buddha. Para pelajar dan tokoh dari agama lain juga turut memberikan dukungan. Tokoh agama dari agama Muslim, Kristen, dan Hindu juga memberikan kontribusi positif.

Meskipun para biksu harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem selama perjalanan, mereka menyatakan bahwa antusiasme masyarakat memberikan energi positif yang luar biasa. Semangat dari warga menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya, rombongan biksu berkesempatan menyampaikan ucapan terima kasih. Ucapan terima kasih ditujukan kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, jajaran TNI dan Polri yang telah berperan sebagai pengawal keamanan rute. Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Pertemuan yang berlangsung di pendopo tersebut diakhiri dengan sebuah sesi doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan untuk kedamaian dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. (*)