Lulusan UI Pilih Profesi Pembersih Kaca Gedung di Australia Setelah Tinggalkan Karier Korporat

Viral1 Views

GueBerita.com – Seorang lulusan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menjadi sorotan publik setelah membagikan kisahnya yang memilih meninggalkan karier korporat untuk bekerja sebagai pembersih kaca gedung di Australia.

Kisah inspiratif ini menjadi viral setelah diunggah dan dibagikan melalui akun TikTok dengan nama pengguna @madegentap.

Pria tersebut menceritakan bahwa ia tumbuh dalam keluarga kelas menengah di Jakarta. Di lingkungan keluarganya, tertanam keyakinan kuat bahwa kesuksesan hidup dapat diraih melalui jalur pendidikan tinggi, yaitu lulus kuliah, lalu bekerja di perusahaan-perusahaan besar.

Mengikuti keyakinan tersebut, setelah berhasil menyelesaikan pendidikannya di FIA UI, ia pun menapaki karier di dunia korporat, sesuai dengan harapan banyak orang.

Namun, seiring berjalannya waktu, setelah menjalani karier di dunia korporat selama beberapa tahun, ia mulai merasakan kekosongan dan ketidakpuasan mendalam terhadap pekerjaannya.

Perasaan tersebut akhirnya mendorongnya untuk mengambil keputusan besar, yaitu mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ia kemudian memutuskan untuk merantau ke Australia demi mencari pengalaman baru dan kehidupan yang lebih sesuai dengan apa yang ia impikan.

Setibanya di Australia, ia mengambil pekerjaan sebagai pembersih kaca gedung-gedung bertingkat. Meskipun profesi ini sangat berbeda dari latar belakang karier korporatnya sebelumnya, ia justru menemukan kebahagiaan dan kepuasan dalam pekerjaan barunya ini.

Menurut pengakuannya, profesi sebagai pembersih kaca gedung memberikannya rasa bangga yang tulus. Ia juga merasakan lingkungan kerja yang sangat menghargai setiap individu pekerjanya, serta mendapatkan penghasilan yang dianggap layak dan mencukupi.

Kisah yang dibagikannya ini sontak menuai beragam respons positif dari para warganet di berbagai platform media sosial.

Banyak dari mereka yang mengapresiasi dan memuji keberanian pria lulusan UI ini. Keputusannya untuk meninggalkan zona nyaman yang telah dibangunnya dianggap sebagai bukti nyata bahwa kebahagiaan dalam bekerja tidak melulu ditentukan oleh tingginya jabatan atau status sosial yang disandang.

Melainkan, kebahagiaan sejati dalam bekerja lebih banyak dipengaruhi oleh faktor kenyamanan pribadi, penghargaan yang dirasakan, serta kesesuaian pekerjaan dengan nilai-nilai hidup yang dipegang teguh oleh setiap individu.