Indonesia Kini Sering Diminta Tolong Negara Lain

Nasional15 Views

GueBerita.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya merasakan penghormatan besar dari berbagai negara saat melakukan kunjungan luar negeri sebagai kepala negara.

Menurutnya, posisi Indonesia saat ini semakin diperhitungkan sehingga banyak negara mulai meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V Tahun sidang 2025–2026.

“Saya kalau ke luar negeri sebagai Presiden Indonesia, saya sangat dihormati, sangat dihormati, bahkan mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan, salah satu bantuan yang paling banyak diminta adalah pasokan pupuk. Menurut Prabowo, kemampuan produksi pupuk Indonesia saat ini sudah cukup besar hingga mampu memenuhi kebutuhan negara lain.

“Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih, kita diminta bantuan oleh Australia, kita berikan, India, Brazil, Filipina, bayangkan Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya peningkatan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya untuk komoditas penting seperti pupuk.

Kemampuan memasok kebutuhan negara lain dinilai menjadi salah satu indikator meningkatnya kapasitas industri nasional.

Dalam pemaparannya terkait KEM-PPKF RAPBN 2027, Prabowo menilai penghormatan internasional terhadap Indonesia tidak lepas dari stabilitas ekonomi nasional dan kemampuan produksi dalam negeri yang terus berkembang.

Ia menyebut kemajuan tersebut merupakan hasil dari sinergi kebijakan fiskal, investasi, dan penguatan sektor industri.

Baca juga: Tiga Kambing Ternyata Jadi Pelaku Pakan Kucing Cepat Ludes

Selain itu, ekspor maupun bantuan pupuk kepada negara lain disebut dapat memperluas peluang pasar bagi produsen domestik sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di tingkat global.