Aktivis Internasional Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI, Alami Kekerasan Israel, Menteri Minta Dipenjara

News14 Views

GueBerita.com – Ratusan aktivis kemanusiaan yang berpartisipasi dalam gerakan Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan mengalami perlakuan penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi. Kelompok ini termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap secara paksa oleh pasukan pendudukan Israel (IOF).

Para aktivis internasional yang membawa misi kemanusiaan ini dilaporkan terikat dan ditindas. Penangkapan ini diduga kuat mendapatkan persetujuan penuh dari petinggi pemerintahan Israel.

Tindakan represif ini semakin dipertegas dengan kehadiran Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, di Pelabuhan Ashdod.

Ben-Gvir terpantau mengawasi langsung proses penangkapan para aktivis Armada Al-Sumud. Alih-alih mencegah kekerasan yang dilakukan pasukannya, Ben-Gvir justru menunjukkan sikap arogan dan turut campur dalam urusan taktis militer di lapangan.

Baca juga: Pemkot Madiun Tingkatkan Pelayanan dengan Semangat Kebangkitan Nasional

Dalam kunjungannya tersebut, Ben-Gvir melontarkan pernyataan kontroversial. Ia berkata, “Saya mengundang Netanyahu untuk memberi mereka kepada saya untuk sementara waktu di dalam penjara.”

Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan berbagai lembaga kemanusiaan internasional.

Mengingat kondisi para aktivis yang semakin terancam, desakan publik global mengalir deras. Pemerintah dari negara asal para aktivis, termasuk Indonesia, diminta segera mengambil tindakan diplomasi yang tegas.

Masyarakat internasional dituntut untuk terus menekan Israel. Tujuannya adalah agar seluruh aktivis kemanusiaan yang ditahan segera dibebaskan. Selain itu, desakan juga ditujukan agar blokade ilegal yang telah lama membatasi wilayah Gaza segera diakhiri. (*)