GueBerita.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru terlibat dalam penanganan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menarik perhatian luas di jagat maya.
Rekaman yang beredar di akun Instagram fakta.berita pada Kamis (14/5) menunjukkan seorang pendidik sedang memindahkan sisa makanan dari wadah makan siswa. Aksi ini sontak memunculkan berbagai tanggapan dari warganet.
Perhatian utama publik terpusat pada pembagian tanggung jawab di lingkungan sekolah terkait pelaksanaan program makanan gratis untuk para siswa.
Banyak pengguna media sosial yang mempertanyakan alasan di balik keterlibatan langsung seorang guru dalam urusan kebersihan dan pengelolaan sisa makanan tersebut.
Berdasarkan komentar yang muncul, banyak yang berpendapat bahwa tugas pokok seorang guru seharusnya sepenuhnya tercurah pada aspek pendidikan, yaitu mendidik dan mengajar siswa untuk meningkatkan pencapaian akademis mereka.
Keterlibatan guru dalam pekerjaan teknis yang berada di luar lingkup kegiatan belajar mengajar (KBM) dikhawatirkan dapat menambah beban kerja administratif dan operasional yang sudah ada pada tenaga pendidik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi detail mengenai lokasi sekolah yang dimaksud atau peraturan resmi yang mengatur keterlibatan staf sekolah dalam manajemen limbah makanan program MBG.
Masyarakat menyarankan agar ada petugas khusus, seperti tenaga kebersihan atau staf dapur, yang ditugaskan untuk menangani aspek teknis ini. Hal ini diharapkan dapat menjaga agar guru dapat tetap fokus pada tugas utamanya di dalam kelas secara optimal.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan sebuah inisiatif pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan status gizi para peserta didik.
Baca juga: Rihanna Pertegas Cinta pada Anaknya dengan Tato Coretan Baru
Aspek operasional di lapangan, termasuk bagaimana wadah makanan dikelola dan sisa makanan ditangani, kini menjadi sorotan penting dalam evaluasi program ini oleh masyarakat. Tujuannya adalah agar tidak terjadi pembebanan yang tidak semestinya kepada sumber daya manusia yang ada di sekolah.






