GueBerita.com – Menjelang momen sakral pernikahannya dengan bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, yang rencananya akan dilangsungkan pada 13 Juni 2026, aktris Jennifer Coppen menggelar acara pengajian dan siraman. Prosesi penuh makna ini dilaksanakan pada Kamis pagi di kawasan Sanur, Bali.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh haru ini dihadiri oleh keluarga besar serta sahabat-sahabat terdekat dari kedua calon mempelai. Momen ini menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan pernikahan yang telah dinantikan.
Dalam acara tersebut, Jennifer Coppen tampil memukau dengan mengenakan kebaya bordir berwarna kuning mentega atau *butter yellow*. Penampilannya semakin disempurnakan dengan *veil* elegan yang membingkai wajahnya, memberikan kesan anggun dan mempesona.
Riasan *soft glam* yang dipilihnya semakin menonjolkan kecantikannya, menciptakan aura yang bersahaja namun tetap memancarkan pesona alami. Pilihan busana ini secara apik memadukan unsur tradisional Jawa dengan sentuhan khas budaya Bali, mencerminkan perpaduan dua latar belakang yang indah.
Justin Hubner, calon suami Jennifer, turut hadir mendampingi sang kekasih sepanjang acara. Kehadirannya memberikan dukungan moril dan kehangatan bagi Jennifer di momen penting ini. Ia tampak tak lepas dari perhatian terhadap Jennifer dan putri kecil mereka.
Pemain yang membela Timnas Indonesia ini terlihat beberapa kali menggendong dan mencium putri semata wayang mereka, Kamari. Si kecil Kamari tampil menggemaskan dengan gaun yang memiliki nuansa warna senada dengan busana ibunya, menambah kehangatan dalam potret keluarga kecil itu.
Kehangatan dan keakraban yang terpancar dari keluarga kecil Jennifer dan Justin menciptakan suasana yang sangat intim dan penuh kebersamaan. Momen-momen seperti ini menjadi bukti kuatnya ikatan emosional di antara mereka.
Salah satu momen yang paling menyentuh hati dan mengharukan dalam acara tersebut adalah ketika Jennifer Coppen menempatkan foto mendiang ibunya di sebuah kursi. Kursi tersebut diletakkan tepat di sampingnya, seolah sang ibu hadir secara spiritual untuk mendampingi putrinya di hari penting ini.
Tindakan Jennifer ini merupakan simbol penghormatan yang mendalam sekaligus ungkapan kerinduan yang tulus kepada sosok ibu yang telah tiada. Momen ini berhasil membangkitkan emosi haru di antara para tamu undangan.
Sejumlah tamu yang hadir tampak ikut merasakan keharuan yang sama. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan untuk almarhumah ibu Jennifer, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh penghayatan. Kehadiran foto sang ibu seakan menjadi pengingat akan kekuatan cinta keluarga.






