Dorongan Komisi III DPRD Mojokerto untuk Inovasi Disporapar Demi PAD dari Wisata dan Olahraga

News2 Views

GueBerita.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis (4/6) bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporapar). Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dinas dan mendorong berbagai inovasi yang diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, olahraga, serta ekonomi kreatif.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Disporapar Kota Mojokerto, Ani Wijaya, memaparkan sejumlah capaian dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan aset wisata daerah. Salah satu fokus utama adalah pendapatan dari sektor parkir di kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM). Ditargetkan mampu meraup Rp 24 juta per tahun, realisasi hingga pertengahan tahun ini telah mencapai sekitar Rp 6,5 juta.

Pencapaian tersebut turut didukung oleh penyelenggaraan berbagai kegiatan melalui program unggulan ‘One School One Event’. Program ini dinilai mampu menghidupkan kawasan TBM dan menarik pengunjung.

Lebih lanjut, Ani Wijaya menjelaskan bahwa objek wisata susur sungai masih memerlukan strategi pemasaran yang lebih jitu untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Dari target pendapatan tahunan sebesar Rp 89 juta, hingga saat ini baru terealisasi lebih dari Rp 16 juta. Untuk mengatasi hal ini, Disporapar sedang mengkaji beberapa opsi, termasuk pemberian diskon tiket hingga 50 persen atau penyesuaian tarif menjadi Rp 10 ribu per orang.

Selain itu, Disporapar juga menargetkan Pemandian Sekarsari dapat menyumbang pendapatan sebesar Rp 560 juta per tahun. Kawasan ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga berkembang menjadi wahana rekreasi dan hiburan yang menarik bagi masyarakat luas.

Menanggapi paparan tersebut, para anggota dan pimpinan Komisi III DPRD Kota Mojokerto memberikan berbagai masukan yang bersifat konstruktif. Ahmad Athoillah dari Fraksi PKB, misalnya, mengusulkan agar para atlet binaan daerah, khususnya yang berasal dari cabang olahraga aquatik, diberikan fasilitas penggunaan kolam renang Sekarsari secara gratis. Usulan ini terutama relevan menjelang periode kompetisi guna mendukung persiapan atlet.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Disporapar Ani Wijaya mengklarifikasi bahwa selama ini para atlet binaan daerah memang telah mendapatkan fasilitas tiket gratis sesuai dengan kebutuhan pembinaan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap pengembangan atlet sudah berjalan.

Di sisi lain, anggota DPRD Sugiyanto memberikan sorotan tajam terhadap sektor wisata kuliner. Ia mengamati adanya tren di mana pelaku usaha kuliner lokal mulai tergeser oleh dominasi investor dari luar daerah. Menurut pandangannya, sangat penting bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan ruang yang lebih memadai serta dukungan yang lebih besar.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mereka berkembang, memperkuat posisi mereka di pasar, dan pada akhirnya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah Kota Mojokerto.