GueBerita.com — Pemerintah Kota Madiun menunjukkan komitmen kuatnya dalam menyediakan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh penduduknya. Upaya ini terus diperkuat melalui evaluasi rutin terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Evaluasi tersebut dilaksanakan dalam sebuah Forum Komunikasi yang diselenggarakan bersama BPJS Kesehatan di Hotel Mercure pada hari Selasa, tanggal 2 Juni. Forum ini menjadi wadah penting untuk meninjau progres dan merumuskan strategi ke depan.
Dalam forum tersebut, terungkap data yang menggembirakan mengenai tingkat keaktifan kepesertaan JKN di Kota Madiun. Angka kepesertaan saat ini telah mencapai 90,13 persen. Ini berarti sekitar 190 ribu jiwa warga Kota Madiun telah terdaftar sebagai peserta aktif dalam program BPJS Kesehatan.
Penjabat (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyambut baik capaian positif ini. Ia menilai bahwa tingkat kepesertaan yang telah dicapai sejak tahun 2025 hingga triwulan pertama tahun 2026 ini merupakan fondasi yang kokoh bagi pemerintah daerah.
Meskipun demikian, F. Bagus Panuntun terus mendorong adanya peningkatan lebih lanjut. Target keaktifan kepesertaan JKN sebesar 95 persen menjadi prioritas yang harus segera terealisasi. Peningkatan ini dinilai krusial untuk memastikan cakupan kesehatan yang lebih luas.
Untuk mencapai target ambisius tersebut, Pemerintah Kota Madiun telah merancang sebuah skenario. Rencananya, akan ada penambahan sekitar 9.000 peserta BPJS Kesehatan baru dalam kurun waktu tiga bulan terakhir tahun ini. Penambahan kuota ini akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah yang tersedia.
F. Bagus Panuntun mengungkapkan harapannya agar target 95 persen ini tidak hanya tercapai pada tahun 2026. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam mempertahankan angka tersebut pada tahun-tahun berikutnya. Keberlanjutan program menjadi kunci utama.
Menurut pandangannya, upaya ini merupakan manifestasi nyata dari kehadiran pemerintah dalam menjamin kesehatan seluruh warganya. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis yang diberikan kepada masyarakat di lapangan.
“Harapannya 2027 kita full bisa 95 persen selama setahun. Tentunya ini tidak hanya menjadi bukti kepedulian pemerintah kota terhadap kepesertaan atau jaminan kesehatan saja, tetapi bagaimana kolaborasi antara BPJS dengan pemerintah kota memberikan pelayanan kesehatan yang diinginkan masyarakat,” ujar F. Bagus Panuntun.
Baca juga: Jembatan Garuda Merah Putih Kini Terbuka, Akses Warga Tompobulu Lebih Mudah
Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Madiun dan BPJS Kesehatan, perluasan cakupan perlindungan kesehatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman yang lebih besar bagi masyarakat. Hal ini memungkinkan setiap warga untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak dan memadai tanpa hambatan berarti.






