Tanam Seribu Pohon, Warga Cianjur Beraksi Hadapi Perubahan Iklim

Nasional17 Views

GueBerita.com – Upaya pemulihan lingkungan terus digalakkan melalui aksi nyata di tingkat pedesaan, sebuah inisiatif yang diselenggarakan bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Paguyuban Petani Cianjur (PPC).

Kegiatan ini dirancang sebagai bagian integral dari strategi untuk memperkuat upaya pemulihan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat mengenai krusialnya menjaga keberlanjutan ekosistem.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, secara langsung memimpin pelaksanaan penanaman 1.000 pohon yang berlokasi di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Baca juga: Wali Kota Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden

Menteri Jumhur menekankan bahwa penanaman pohon merupakan sebuah langkah konkret dan esensial dalam upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Selain itu, aksi ini juga bertujuan untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lahan yang semakin mengkhawatirkan.

“Menanam pohon berarti kita menanam harapan untuk masa depan. Upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan hanya kepada pemerintah. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat agar manfaat dari pelestarian ini dapat dinikmati, baik oleh generasi kita saat ini maupun oleh generasi yang akan datang,” tegas Menteri Jumhur, seperti dikutip pada hari Senin, 25 Mei 2026.

Lebih dari sekadar fokus pada rehabilitasi lingkungan, kegiatan ini juga memberikan penekanan kuat pada pentingnya menciptakan keseimbangan harmonis antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan terhadap alam.

Pemanfaatan lahan yang produktif hendaknya diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, namun juga harus tetap memperhatikan dan menjaga keberlanjutan ekosistem serta kelestarian lingkungan hidup.

Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe, yang turut hadir dan memberikan dukungannya dalam kegiatan tersebut, mengajak seluruh masyarakat untuk secara bersama-sama membangun kesadaran kolektif. Ajakan ini berfokus pada pentingnya menjaga lingkungan, dimulai dari tindakan-tindakan sederhana yang dapat diintegrasikan dalam rutinitas kehidupan sehari-hari.

Dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari para petani sebagai garda terdepan pengelola lahan, organisasi kemasyarakatan sipil yang memiliki peran advokasi, hingga pemerintah daerah sebagai regulator, diharapkan upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan akan dapat berjalan dengan skala yang lebih masif dan terjamin keberlangsungannya untuk jangka panjang. (*)